Ustadz Irwandi Nashir: Asesmen Kemenag Ditemukan 58,26 Persen Guru PAI SD Belum Fasih Baca Alquran

×

Ustadz Irwandi Nashir: Asesmen Kemenag Ditemukan 58,26 Persen Guru PAI SD Belum Fasih Baca Alquran

Bagikan berita
Ustadz Irwandi Nashir. Foto Istimewa
Ustadz Irwandi Nashir. Foto Istimewa

BUKITTINGGI - Pengurus Muhammadiyah Payakumbuh, Ustadz Irwandi Nashir menyebut bahwa sebanyak 58,26 persen guru pendidikan agama Islam (PAI) di Indonesia belum fasih membaca Alquran atau masih berada pada kategori pratama/dasar.

"Ya benar, tentunya sebuah hal yang mengejutkan, sebab guru PAI adalah ujung tombak pendidikan ke agamaan di sekolah," kata Irwandi di Bukittinggi, Jumat (23/1/2026).

Hal tersebut disampaikan Irwandi Nashir usai mengisi ceramah agama di Masjid Jamik Birugo, Kota Bukittinggi kepada wartawan.

Alumni MAN Koto Baru ini mengungkapkan, data tersebut merupakan temuan Kamenang atas asesmen terhadap guru PAI SD/SDLB di seluruh Indonesia yang mengikuti tes dan kuesioner melalui aplikasi SIAGA Kementerian Agama.

Berdasarkan informasi diperoleh, asesmen yang dilakukan Kementerian Agama RI hampir 60 persen atau tepatnya 58,26 persen guru pendidikan agama Islam (PAI) di Indonesia belum fasih membaca Alquran atau masih berada pada kategori pratama/dasar..‎

‎Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyebutkan, temuan ini berdasarkan asesmen terhadap 160.143 guru PAI SD/SDLB di seluruh Indonesia yang mengikuti tes dan kuesioner melalui aplikasi SIAGA Kementerian Agama.

‎Asesmen dilakukan dengan metode triangulasi oleh Lembaga Tasin dan Taf Al-Qur’an (LTTQ) Universitas PTIQ Jakarta, dengan tingkat kepercayaan tinggi pada agregat nasional dan daerah.

‎Selain kategori pratama yang mendominasi, hasil asesmen juga mencatat 30,4 persen guru berada pada kategori madya, dan hanya 11,3 persen yang masuk kategori mahir. Sementara itu, 27,51 persen guru PAI membutuhkan perhatian khusus.‎

‎Hasil asesmen ini harus dibaca sebagai alarm kebijakan nasional. Secara kuantitatif, Indeks Membaca Al Quran guru PAI SD/SDLB berada pada angka rata-rata 57,17, yang masuk kategori rendah (pratama/dasar).

‎Analisis indikator menunjukkan bahwa kelemahan paling menonjol terdapat pada pemahaman hukum bacaan tajwid, dengan skor terendah dibandingkan indikator membaca lainnya.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini