Pantai Tiku Padat Pengunjung, Pemkab Agam Evaluasi Sistem Keselamatan

×

Pantai Tiku Padat Pengunjung, Pemkab Agam Evaluasi Sistem Keselamatan

Bagikan berita
Pantai Tiku Padat Pengunjung, Pemkab Agam Evaluasi Sistem Keselamatan
Pantai Tiku Padat Pengunjung, Pemkab Agam Evaluasi Sistem Keselamatan

KABUPATEN AGAM – Kawasan wisata pesisir Pantai Tiku di Kecamatan Tanjung Mutiara masih menjadi magnet utama wisatawan di Kabupaten Agam. Setiap akhir pekan hingga musim libur, pantai ini dipenuhi pengunjung, terutama keluarga yang membawa anak-anak. Namun, tingginya kunjungan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan aspek keselamatan wisatawan.

Aktivitas bermain air dan berenang di laut kerap dilakukan pengunjung. Di sisi lain, kawasan Pantai Tiku hingga kini belum dilengkapi dengan petugas penjaga pantai (lifeguard) yang secara khusus bertugas memantau kondisi perairan. Situasi ini membuat risiko kecelakaan laut, seperti wisatawan terseret arus hingga tenggelam, masih kerap terjadi.

Selama ini, pengamanan kawasan wisata lebih banyak dilakukan oleh aparat ketertiban, seperti Satpol PP. Namun, kehadiran petugas tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan mitigasi risiko di kawasan pantai, terutama terkait peringatan kondisi ombak, arus laut, maupun penanganan awal saat terjadi insiden di perairan.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Khasman Zaini, SE, MPA, mengatakan pihaknya telah menjadikan persoalan keselamatan wisatawan sebagai perhatian serius. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah menghadirkan lifeguard di kawasan wisata Pantai Tiku.

“Pantai Tiku ini ramai, apalagi pengunjungnya banyak anak-anak. Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas. Ke depan, kami akan menata sistem pengamanan dengan merancang kehadiran penjaga pantai,” kata Khasman, Jumat (23/1/2026).

Selain aspek keselamatan, Disparpora Agam juga menyiapkan penguatan pengelolaan kawasan wisata pesisir Tanjung Mutiara melalui konsep wisata terpadu. Integrasi antara objek wisata pantai dengan kawasan Masjid Sirah di Muaro Mati menjadi salah satu fokus pengembangan agar kawasan pesisir tidak hanya ramai, tetapi juga tertata dan memiliki daya tarik yang lebih luas.

Menurut Khasman, saat ini pihaknya masih menyusun langkah-langkah strategis, termasuk skema pengelolaan kawasan, kebutuhan sumber daya manusia, serta pola kolaborasi lintas sektor.

“Pembenahan tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Keselamatan dan kenyamanan wisatawan harus berjalan seiring dengan pengembangan destinasi,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, Pemkab Agam berharap kawasan pesisir Tanjung Mutiara tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang ramai pengunjung, tetapi juga sebagai kawasan wisata yang aman, tertata, dan berkelanjutan. (*)

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini