KABUPATEN AGAM - Bencana hidrometeorologi yang terjadi di penghujung November 2025 lalu, ternyata tak membuat volume penerbitan paspor di Kantor wilayah direktorat jenderal Imigrasi Sumatera Barat Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Agam merosot drastis.
"Secara umum, memang ada penurunan. Namun demikian, jumlahnya tetap melebihi target yang dibebankan," kata Kasi Teknologi, informasi dan komunikasi keimigrasian (TIKIM), Kantor wilayah direktorat jenderal Imigrasi Sumatera Barat Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Agam, Putu Agus Sugiyarto, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, dari target sebanyak 24.000 paspor, terealisasi sebanyak 26.722 paspor.
Putu Yasa Sugiyarto menyebutkan, dari jumlah sebanyak itu, dominan permohonan paspor untuk wisata
"Permohonan penerbitan paspor cukup beragam. Diantaranya untuk pendidikan, wisata, kerja dan berobat. Dari permohonan yang masuk, 60 persen untuk wisata," ucapnya merinci.
Dikatakan pula, selain penerbitan paspor baru tersebut, pihaknya juga menerbitkan sebanyak 12.360 pergantian buku.Untuk tahun 2026 ini, kantor imigrasi Agam ditargetkan bisa menerbitkan sebanyak 30.000 paspor baru.
Terkait terkait target tersebut, Putu Agus Sugiyarto cukup optimistis bisa merealisasikannya.
"Kami membawahi Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Tanah Datar. Insyaallah, kami optimistis bisa melampaui target tersebut," katanya mengakhiri. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
