KABUPATEN AGAM -- Setelah lebih dari dua bulan upaya pencarian, korban ke-17 bencana galodo Malalak akhirnya ditemukan. Seorang bayi laki-laki ditemukan warga di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 10.21 WIB.
Dengan penemuan tersebut, kini tersisa satu korban lagi yang masih berstatus hilang dari total 18 orang yang dilaporkan terdampak galodo di wilayah itu.
Bayi tersebut ditemukan saat warga bersama-sama membersihkan sisa material galodo di lokasi terdampak. Menyadari temuan itu, warga segera melaporkannya kepada aparat dan pemerintah nagari setempat.
Dari hasil penelusuran pihak nagari dan keterangan keluarga, bayi yang ditemukan diduga kuat merupakan Afnan Syabil Kareem (1,5 tahun), yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak galodo menerjang Malalak Timur pada 26 November 2025.
Camat Malalak, Ulya Satar, membenarkan identitas korban. Ia menyebutkan nama Afnan memang tercatat dalam daftar korban hilang pascabencana.
“Korban ini sebelumnya dinyatakan hilang sejak kejadian galodo. Dengan penemuan hari ini, total korban yang telah ditemukan menjadi 17 orang,” kata Ulya.Setelah proses evakuasi oleh petugas yang dibantu warga, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Pada hari yang sama, jenazah Afnan dimakamkan di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur.
Sementara itu, satu korban lainnya masih belum ditemukan, yakni Yar (49), seorang perempuan.
Meski operasi pencarian resmi telah dihentikan sejak 22 Desember 2025, warga setempat masih melakukan pencarian secara terbatas dan insidental.
Harapan pun masih disematkan agar korban terakhir segera ditemukan sehingga seluruh korban galodo Malalak dapat dipastikan nasibnya. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T