Ia berharap keberadaan monumen dan musala tersebut dapat menjadi simbol pengingat, sarana edukasi kebencanaan, serta memperkuat nilai spiritual masyarakat.
“Kami berharap monumen ini menjadi tempat refleksi, doa, dan pembelajaran, sehingga ke depan masyarakat semakin siap dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana,” harapnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Shadiq Pasadigoe turut menyambut baik rencana pembangunan Monumen Galodo Sumatera. Menurutnya, konsep monumen yang dilengkapi mushala memiliki nilai manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Kami dari DPR RI akan mencoba mengomunikasikan rencana ini dengan pihak-pihak terkait. Ini ide yang sangat baik, karena monumen tidak hanya berfungsi sebagai pengingat bencana, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang melintas,” ungkapnya.
Ia berharap monumen tersebut dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. “Semoga monumen ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada, saling peduli, dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana ke depan,” ujarnya.Peninjauan lokasi ini turut dihadiri Wakil Wali Kota, Allex Saputra, kepala OPD terkait, camat, serta lurah setempat. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T