KABUPATEN AGAM -- Akses jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang dan longsor di kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai kembali dibuka. Jalur tersebut sudah bisa dilalui kendaraan secara terbatas sejak Sabtu (3/1/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Pembukaan akses dilakukan setelah petugas gabungan bersama BPBD Kabupaten Agam menyelesaikan pembersihan material longsor yang menutup badan jalan. Tiga unit alat berat dikerahkan dan bekerja sejak Jumat malam untuk menyingkirkan lumpur, kayu, serta bebatuan yang terbawa arus banjir bandang.
Pantauan di lokasi, kendaraan roda dua dan roda empat tampak mulai melintas meski arus lalu lintas masih diberlakukan secara terbatas dan bergantian. Hingga Sabtu sore, belum dilaporkan adanya banjir bandang atau galodo susulan di kawasan Pasa Maninjau dan sekitarnya.
“Sampai sore ini tidak ada lagi galodo. Alat berat masih terus bekerja membersihkan sisa material dan sekaligus menormalisasi alur Sungai Batang Muaro Pisang,” kata Rudi Yudistira, warga Maninjau, saat ditemui di lokasi.Meski akses jalan mulai pulih, pengendara diimbau tetap berhati-hati. Kondisi jalan masih licin dan cuaca di kawasan perbukitan Maninjau belum sepenuhnya stabil.
Diberitakan sebelumnya, banjir bandang kembali melanda Jorong Pasa Maninjau pada Jumat (2/1/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi. BPBD Kabupaten Agam mencatat sebanyak 469 jiwa dari 167 kepala keluarga sempat mengungsi ke rumah ibadah, kantor pemerintahan, serta rumah kerabat.
BPBD Agam juga mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Batang Muaro Pisang dan daerah rawan longsor, agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan masih berpotensi tinggi dan kondisi tanah di kawasan tersebut dinilai masih labil. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T