Bupati Agam: Penanganan Galodo Tak Boleh Setengah-setengah, Harus dari Hulu ke Hilir

×

Bupati Agam: Penanganan Galodo Tak Boleh Setengah-setengah, Harus dari Hulu ke Hilir

Bagikan berita
Terlihat dari ketinggian sebuah tebing perbukitan di daerah Maninjau longsor dan terdapat aliran sungai di bawahnya yang memicu terjadinya lumpur terbawa arus sungai ke pemukiman warga. Foto Anizur
Terlihat dari ketinggian sebuah tebing perbukitan di daerah Maninjau longsor dan terdapat aliran sungai di bawahnya yang memicu terjadinya lumpur terbawa arus sungai ke pemukiman warga. Foto Anizur

Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat deretan material batu berukuran besar yang tertahan di sepanjang aliran sungai. Material tersebut merupakan endapan yang terbawa arus deras saat debit sungai meningkat tajam pada Kamis (1/1/2025) sekitar pukul 16.20 WIB.

BPBD menilai material tersebut masih sangat labil dan berpotensi menjadi ancaman serius jika kembali terbawa arus ke arah permukiman warga.

“Material di hulu masih sangat labil. Saat hujan dengan intensitas tinggi, ancaman galodo susulan tetap terbuka,” demikian laporan BPBD Agam yang dikutip dari kanal resmi Diskominfo Agam.

BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor. Warga yang bermukim di sepanjang aliran Batang Muaro Pisang diimbau tetap siaga, terutama saat hujan turun di wilayah hulu. (*)

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini