Kisah Rahmi, THL Dinas Pertanian Agam yang Bertahan dari Galodo Meski Tak Bisa Berjalan

×

Kisah Rahmi, THL Dinas Pertanian Agam yang Bertahan dari Galodo Meski Tak Bisa Berjalan

Bagikan berita
Kisah Rahmi, THL Dinas Pertanian Agam yang Bertahan dari Galodo Meski Tak Bisa Berjalan
Kisah Rahmi, THL Dinas Pertanian Agam yang Bertahan dari Galodo Meski Tak Bisa Berjalan

Suaminya ditemukan tak bernyawa. Mertuanya meninggal. Keponakan suaminya, Fadila, dan bayi Fadila yang baru berumur tiga bulan, semuanya tersapu arus yang sama yang nyaris menenggelamkan dirinya.

“Rumah kami hanyut, suami saya hilang tak ada yang tersisa,” ucap Rahmi sambil memeluk dirinya sendiri, seolah dunia bisa kembali merampas apa pun yang tersisa jika ia tak menjaganya erat-erat.

Kini Rahmi tinggal menumpang di rumah saudaranya, Irawati, Kepala SDN 04 Sikabu, di Lubuk Basung. Pemerintah sudah membantu kebutuhan dasar mereka. Tetapi tidak ada bantuan yang bisa mengganti nama-nama yang kini hanya tinggal ukiran di nisan, atau bayangan rumah yang dulu dipenuhi suara tawa keluarga.

Di sudut rumah tempat ia kini beristirahat, Rahmi sering melihat dua anaknya tidur berdekatan, seolah takut terpisah lagi. Abdi memeluk boneka yang ditemukan relawan dalam lumpur, sementara Asraf memeluk tangan ibunya seakan itu satu-satunya hal yang masih kokoh di dunia.

“Saya ingin sembuh, supaya bisa kerja lagi, bisa membesarkan mereka,” katanya pelan, meski suaranya bergetar menahan duka.

Rahmi selamat. Abdi dan Asraf selamat. Tetapi hidup yang mereka tinggali sekarang adalah puing-puing yang ditinggalkan bencana.

Di tengah kehilangan yang begitu dalam, Rahmi masih menggenggam harapan kecil yakni harapan bahwa suatu hari nanti, meski tertatih, ia bisa bangkit untuk dua anak yang membuatnya tetap memilih hidup. (*)

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini