KABUPATEN AGAM – Rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam sejak 19 November 2025 menimbulkan dampak besar. Data Posko Tanggap Darurat hingga Minggu (30/11/2025) pukul 23.00 WIB mencatat 120 orang meninggal dunia, 74 orang masih hilang, dan lebih dari 6.300 jiwa mengungsi di 16 kecamatan.
Bencana banjir, banjir bandang (galodo), longsor, dan angin kencang menghantam hampir seluruh wilayah Agam, merusak rumah warga, fasilitas umum, sekolah, hingga infrastruktur pertanian.
120 Meninggal, 74 Hilang, Ribuan Mengungsi
Korban meninggal terbanyak berada di Kecamatan Palembayan dengan 97 korban, disusul Malalak 12 orang, Tanjung Raya 8 orang, serta masing-masing satu orang di Matur, Palupuh, dan Ampek Nagari.
Sementara itu, 74 warga belum ditemukan, terdiri dari, Palembayan 63 orang, Malalak 6 orang, Tanjung Raya 4 orang, Lubuk Basung 1 orang.
Lebih dari 6.300 jiwa mengungsi tersebar di 11 kecamatan, termasuk Palembayan, Tanjung Mutiara, Tanjung Raya, Baso, Malalak, Banuhampu, Matur, IV Koto, dan Lubuk Basung. Para pengungsi masih bertahan di posko-posko darurat dan rumah kerabat.
Sebanyak 45 warga luka-luka masih dirawat, dengan 44 orang di RSUD dan satu orang dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.Ratusan rumah dan fasilitas umum di Kabupaten Agam dilaporkan rusak akibat banjir bandang, galodo, dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan.
Pendataan sementara mencatat 83 rumah rusak berat, 50 rusak sedang, dan 704 rusak ringan. Kerusakan juga melanda infrastruktur vital, mulai dari 8 jembatan, 2.801 meter jalan, 6.780 meter jaringan Pamsimas, 11 irigasi, hingga 7,5 hektare kolam perikanan.
Sektor pendidikan turut terdampak dengan 88 sekolah rusak, terdiri dari 18 TK/PAUD, 55 SD, dan 15 SMP yang tersebar di wilayah bencana.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

