KABUPATEN AGAM – Bupati Agam, Benni Warlis, memastikan penyaluran bantuan untuk warga Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, terus dikerjakan meski kawasan itu masih terisolasi total akibat banjir bandang yang menerjang beberapa hari lalu.
Lokasi tersebut menjadi salah satu titik dengan dampak paling parah, menelan puluhan korban jiwa serta puluhan lainnya masih hilang.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, saat dikonfirmasi Minggu (30/11/2025).
Bupati Agam menegaskan bahwa pemerintah daerah melakukan segala upaya untuk memastikan bantuan logistik tersalurkan.
“Pak Bupati telah memerintahkan agar bantuan tetap di-drop ke Subarang Aia. Dapur umum juga sudah dibuka. Saat ini tim gabungan fokus membuka akses agar bantuan lebih cepat menjangkau warga,” kata Roza.
Roza menjelaskan, medan menuju Jorong Subarang Aia masih sangat sulit dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Karena itu, pemerintah bersama tim SAR tengah membuka jalur alternatif melalui Nagari Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari, untuk mempercepat evakuasi korban dan distribusi logistik.“Jalur Batu Kambing sedang diupayakan sebagai akses utama sementara. Medannya berat tapi itu satu-satunya peluang agar bantuan bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Data sementara yang diterima Pemkab Agam mencatat 17 korban ditemukan di Subarang Aia. Nama-nama yang sudah teridentifikasi antara lain Zahara, Iyen Toko, Sidem, Febi, Malik, Wahyu, dan Nanda. Selain itu, 12 jenazah lainnya belum teridentifikasi hingga siang tadi.
Subarang Aia juga menjadi lokasi dengan jumlah korban hilang terbanyak, mencapai 50 orang. Mereka termasuk di antaranya Iwel, Rudi, Fadil, Nisa, Ramon, Ilin, Miki, Desi, Ilham, Iyon Kote, Unyil, serta sejumlah anak dari beberapa keluarga.
Perangkat nagari melaporkan bahwa Jorong Subarang Aia dihuni sekitar 200 kepala keluarga dengan lebih dari 400 warga. Semuanya masih terisolasi karena akses satu-satunya tertutup material banjir bandang.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

