TAHUN ini, tepatnya 27 November 2024 pilkada serentak se-Indonesia akan berlangsung. Proses menuju politik lokal sudah mulai terlihat. Ada pihak-pihak yang mulai ber-ancang-ancang.Pandangan kita fokuskan ke Kota Bukittinggi. Angin-angin tipis suasana pilkada mulai berhembus di kota kecil yang punya daya magnet besar itu. Dan kita coba menilik Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan Walikota H. Erman Safar, S.H.
Pada 26 Februari 2021, dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya reda, Erman Safar dilantik sebagai Walikota Bukittinggi. Wakilnya H. Marfendi. Erman Safar dicatat sebagai Walikota Bukittinggi termuda sepanjang sejarah 'Koto Rang Agam' itu. Usianya saat disematkan benggo garuda warna emas itu, baru 35 tahun. Erman lahir 13 Mei 1986.Di awal 2021 itu kondisi Bukittinggi masih diselimuti berbagai masalah akibat pandemi Covid-19. Hampir semua usaha jasa dan perdagangan lesu. Ekonomi kota stagnan.
Sebagai Walikota baru, Erman Safar sempat terkalang cuek. Sebab, program yang ada di APBD 2021 masih disusun Walikota sebelumnya. Anggaran belanja modal dominan untuk pembangunan fisik seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.Dalam 6 bulan tahun pertama memimpin Kota Bukittinggi, Erman Safar berhasil merampungkan RPJMD 2021-2025. Visi yang diemban Erman Safar: Menciptakan Bukittinggi Hebat Berlandaskan ABS-SBK. Untuk mencapai Visi, di dalam RPJMD dirumuskan 7 Misi yakni Hebat dalam: (1). Peningkatan ekonomi kerakyatan, (2). Sektor pendidikan, (3). Sektor kesehatan dan lingkungan, (4). Sektor pariwisata, seni budaya dan olahraga, (5). Tatakelola pemerintahan, (6). Sektor sosial kemasyarakatan, dan (7). Hebat dalam sektor pertanian.
Demi KesejahteraanPada APBD perubahan Erman Safar baru dapat melakukan sedikit pergeseran anggaran. Beberapa program untuk mendorong pergerakan ekonomi yang sedang stagnan, dilakukan. Bantuan langsung kepada masyarakat yang kesulitan bahan pangan, direalisasikan.
Pada tahun kedua, 2022, Walikota Erman Safar mulai merealisasikan visi-misi yang ditawarkan saat kampanye. Di mana, alokasi anggaran diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal itu terlihat dalam APBD 2022 dan 2023 Kota Bukittinggi. Postur anggaran dan program dibuat Erman Safar berbeda secara signifikan dengan walikota sebelumnya.Berbagai program yang bertujuan membantu masyarakat miskin digulirkan. Di bidang kesehatan, ada beberapa program dijalankan. Pertama, warga dari keluarga miskin dibayarkan iuran BPJSnya. Tujuannya agar setiap warga kota bisa berobat ke rumah sakit tanpa terkendala biaya.
Setiap tahun juga dianggarkan Rp9 miliar untuk membayarkan jaminan kesehatan warga kurang mampu. Pada tahun 2023 kemarin, 95 persen warga Kota Bukittinggi telah memiliki jaminan kesehatan. Untuk berobat warga cukup membawa KTP.Kedua, warga tidak mampu yang bekerja mandiri beresiko tinggi, diberi bantuan berupa jaminan sosial tenaga kerja. Ada 2.918 warga yang mendapat jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Premi asuransi (baca; jaminan kecelakaan dan kematian) dibayarkan Pemko setiap bulannya.Iuran Komite dan Guru HonorDi sektor pendidikan Erman Safar punya terobosan baru berupa bantuan iuran komite sekolah SLTA Negeri dan Swasta. Sebanyak 5.097 siswa SMAN, SMKN dan SLBN uang iuran komite sekolah dibayarkan Pemko Bukittinggi tiap bulannya. Untuk siswa SMA, SMK dan SLB Swasta sebanyak 698 siswa diberi bantuan hibah untuk bayar iuran komite setiap bulan.
Para guru honor yang sudah lama berharap dapat tambahan penghasilan, Walikota Erman Safar pun merealisasikan. Sebanyak 98 orang guru honorer SLTA Negeri mendapat tambahan honor setiap bulan. Sementara guru honorer di SLTA Swasta dapat tambahan honor bulanan berupa hibah.*Program Ekonomi dan Sosial*
Peningkatan taraf ekonomi masyarakat distimulan dengan gagasan baru berupa program Tabungan Utsman bekerjasama dengan BPR Syariah Jam Gadang. Melalui program ini, Pemko menanggung sepenuhnya beban jasa pinjaman modal usaha peserta Tabungan Utsman. Di samping itu, bantuan usaha untuk kaum wanita rentan juga digulirkan.Perhatian pada keluarga miskin, tidak mampu, secara rutin disalurkan kebutuhan bahan pokok berupa beras berkualitas standar. Juga ada program jaminan kebutuhan berupa Warung Utsman. Warga kota yang menjadi sasaran program ini mendapat kartu belanja gratis di warung yang telah ditentukan.
Pembiayaan program sosial untuk kesejahteraan masyarakat dananya diusahakan Walikota tidak hanya dari APBD. Tetapi juga dari APBN, Baznas, partisipasi masyarakat dan CSR BUMD-BUMN.Rumah Tahfidz dan BAM
Editor : Mangindo Kayo