Pemkab Agam Fokus Jadikan Pariwisata Sumber Pendapatan Masyarakat Pascabencana

×

Pemkab Agam Fokus Jadikan Pariwisata Sumber Pendapatan Masyarakat Pascabencana

Bagikan berita
Pemkab Agam Fokus Jadikan Pariwisata Sumber Pendapatan Masyarakat Pascabencana
Pemkab Agam Fokus Jadikan Pariwisata Sumber Pendapatan Masyarakat Pascabencana

KABUPATEN AGAM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, mengarahkan ulang kebijakan pembangunan sektor pariwisata dengan fokus menjadikannya sebagai sumber pendapatan masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas lumpuhnya sektor pertanian akibat bencana, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Agam. Pariwisata dinilai memiliki potensi besar sebagai alternatif mata pencaharian yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Khasman Zaini, SE, MPA, mengatakan kebijakan ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata daerah.

“Fokus ke depan bukan hanya membangun destinasi, tetapi bagaimana pariwisata benar-benar menjadi sumber pendapatan masyarakat,” ujar Khasman, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, Kabupaten Agam memiliki potensi wisata alam yang sangat lengkap. Dalam satu wilayah, Agam memiliki kawasan pegunungan, danau, dataran rendah hingga pesisir pantai, yang menjadikannya salah satu daerah dengan destinasi wisata alam terlengkap di Sumatera Barat.

Gunung Merapi dan Gunung Singgalang menjadi daya tarik wisata dataran tinggi, sementara Danau Maninjau dengan panorama kawah vulkanik serta jalur Kelok 44 telah lama menjadi magnet wisatawan. Keberadaan wilayah pesisir turut melengkapi potensi wisata Agam, mulai dari wisata alam pegunungan, danau, hingga bahari.

Khasman menjelaskan, penguatan sektor pariwisata juga menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi pascabencana. Bencana hidrometeorologi tidak hanya merusak akses menuju sejumlah objek wisata, tetapi juga menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian warga.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Agam, tercatat sekitar 1.803,91 hektare lahan komoditi pangan terdampak bencana, dengan tingkat kerusakan dari ringan hingga berat.

Bahkan, sebagian lahan sawah dinyatakan hilang karena tertimbun material banjir bandang.

“Untuk memulihkan lahan pertanian tentu butuh waktu lama. Karena itu, masyarakat perlu sumber penghasilan alternatif agar tetap bisa bertahan,” jelasnya.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini