PADANG (18/4/2026) - Ketua Persatuan Da'i Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (Persada) Pusat, Muhsin MK menegaskan, persatuan ummat itu dilakukan dengan memperkuat iman sebagaimana pesan M Natsir yang merujuk perintah Allah dalam QS Al Hujurat:10.
“Tugas utama kader Dewan Dakwah, memperkokoh keimanan umat dengan aktif melakukan dakwah bil lisan (ceramah), dakwah bil hal (perbuatan), dakwah bil kalam (tulisan) dan dakwah dengan akhlakul kharimah serta dakwah bil khalbi (niat yang ikhlas),” terang Muhsin MK di Padang, Sabtu.
Hal itu dikatakannya, dalam tausyiah pengukuhan Pengurus Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumatera Barat (disingkat Dewan Da’wah) yang sekaligus dirangkai dengan kegiatan Halal Bihalal bersama jajaran pengurus Yarsi Sumbar, di auditorium gubernur, Sabtu.
Dewan Dakwah Sumbar periode 2026-2031 ini, dipimpin Prof Efrinaldi dengan Maswar Mas’ud sebagai sekretaris umum dan Anisral (bendahara umum). Struktur kepengurusan Dewan Dakwah Sumbar ini juga terdiri dari Dewan Penyantun, Dewan Syuro, Dewan Pakar serta dilengkapi sejumlah biro.
Agenda yang mengambil tema ‘Silturahim Lintas Generasi Membangun Sinergi dan Harmoni’ ini, juga dihadiri Rektor Universitas M Natsir, ulama Sumbar, Buya Masoed Abidin, direktur RS Yarsi se-Sumbar, pengurus berbagai Ormas Islam dan undangan lainnya.
Dimata Muhsin, dengan komit pada dakwahnya itu, Dewan Dakwah Sumatera Barat akan kembali menghidupkan nilai-nilai yang diperjuangkan M Natsir, salah seorang pendiri Dewan Dakwah yang juga seorang pendiri Partai Masyumi.“Dewan Dakwah ini didirikan dalam bentuk badan hukum yayasan. Tapi, aktivitas kesehariannya seperti Ormas. Inilah keunggulan Yayasan Dewan Dakwah, karena aktivisnya tak terhalang sekat ideologi apapun, kecuali ideologi islam rahmatan lil alamin,” ungkap Muhsin yang hadir didampingi Maulana Yusuf (sekretaris Persada) Pusat.
Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumatera Barat, Prof Efrinaldi.
Dia merefleksikan kembali irisan antara Dewan Da’wah dan Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) dengan inisiator pendiriannya, Perdana Menteri kelima RI, M Natsir.
Dia juga mengingatkan kembali pesan M Natsir untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah, tidak menjadi bagian dari sekrup yang longgar dan pentingnya saling berempati dalam berikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Editor : Mangindo Kayo

