Anggaran tersebut mencakup rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, serta bantuan bibit tanaman seperti padi, jagung, dan coklat.
“Anggaran Rp455 miliar itu merupakan total bantuan pertanian untuk Sumbar, bukan hanya untuk pemulihan lahan saja,” jelasnya.
Progres pelaksanaan di lapangan menunjukkan perkembangan signifikan dengan sebagian besar program optimalisasi lahan telah masuk tahap kontrak dan pencairan.
Untuk rehabilitasi sawah seluas 1.100 hektare, sebanyak 861 hektare telah berkontrak dan 794 hektare sudah memasuki tahap pencairan anggaran.
“Di beberapa daerah seperti Kabupaten Solok, Kota Padang, Tanah Datar, dan Kota Pariaman, realisasi pencairan bahkan sudah mencapai 100 persen,” katanya.
Pemprov Sumbar juga mempercepat proses melalui penyederhanaan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi sumber daya di lapangan.Langkah lain meliputi percepatan verifikasi lokasi prioritas serta penguatan pendampingan kelompok tani agar program berjalan efektif.
“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan lebih cepat agar lahan terdampak segera kembali produktif,” ujarnya.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses rehabilitasi rampung dalam waktu dekat guna menjaga ketahanan pangan dan mendukung program nasional sektor pertanian. (*)
Editor : Pariyadi Saputra

