Dengan pengetahuan pertanian dan literasi Taurat, mereka membangun peradaban maju.
Mereka mendirikan benteng (utum), menguasai perdagangan, dan menjadi perajin emas serta senjata.
Tiga pilar kekuatan mereka: militer (benteng bertingkat), ekonomi (Bani Qainuqa kuasai pasar, Bani Nadir dan Quraidhah kuasai riba), dan intelektual (Bait Midrash sebagai pusat pendidikan Taurat).
Ancaman Teologis yang Menjadi Bumerang
Saat berselisih dengan suku Aus dan Khazraj, para rabi Yahudi mengancam, "Kalian boleh menindas kami sekarang, tapi tunggu kemunculan nabi baru.
Kami akan menghancurkan kalian bersamanya."
Ancaman ini diulang dari generasi ke generasi hingga ide tentang nabi terakhir menjadi pengetahuan umum di Yathrib.
Ironisnya, saat suku Khazraj bertemu Rasulullah di Aqabah, mereka langsung teringat ancaman Yahudi."Ini pasti nabi yang selalu diancamkan orang Yahudi kepada kita!"
Mereka pun masuk Islam.
Pengetahuan yang ditanamkan Yahudi selama 600 tahun justru dipanen orang lain.
Editor : DA Sikumbang

