Mahyeldi menjelaskan, Pemerintah Provinsi telah memetakan potensi dan menetapkan prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik yang sudah berjalan maupun yang masih dalam tahap perencanaan.
Beberapa program strategis yang menurutnya telah berprogres antara lain pengembangan energi panas bumi, pembangunan Jalan Tol Sicincin–Pangkalan, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, serta penanganan infrastruktur pascabencana di kawasan Lembah Anai.
“Sementara itu, pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang masih mengalami perlambatan akibat keterbatasan anggaran daerah. Untuk percepatannya, kami membutuhkan dukungan dari Danantara,” ungkap Mahyeldi.
Adapun program yang masih dalam tahap perencanaan meliputi penyusunan peta jalan Sumbar Hijau, reaktivasi jalur kereta api, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mentawai dan Mandeh, serta pelebaran ruas jalan Bukittinggi–Payakumbuh.
“Kami meyakini, apabila seluruh rencana strategis ini dapat dituntaskan, investasi akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi Sumbar akan semakin positif,” ujarnya.Mahyeldi berharap, melalui sinergi antara Danantara, BUMN, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota, berbagai tantangan pembangunan di Sumbar dapat diatasi secara bersama dan berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut, Gubernur Mahyeldi di dampingi oleh sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar. Di antaranya, Kepala Bappeda, Zefnihan; Kepala Dinas Perkimtan, Ardiansyah; Kepala DPMPTSP, Luhur Budianda; Kepala Dinas BMCKTR, Armi; Kepala Biro Adpim, Nolly Eka Mardianto; Kepala Badan Penghubung, Aschari. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

