Yang paling jarang disadari oleh banyak orang adalah bahwa al-Idrisi melakukan semua ini tanpa satelit, tanpa GPS, tanpa pesawat, hanya dengan ketekunan dan metodologi ilmiah yang cermat.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa kejayaan umat Islam dulu dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kokoh, bukan sekadar retorika atau klaim tanpa bukti.
Pada akhirnya, peta terbaik yang harus kita siapkan bukanlah peta dunia, tetapi peta menuju akhirat dengan bekal ilmu, iman, dan amal saleh.(*) Editor : DA Sikumbang

