Pemko Payakumbuh Salurkan 272 Ton Beras dan 54 Ribu Liter Minyak Goreng untuk 13.628 KK

×

Pemko Payakumbuh Salurkan 272 Ton Beras dan 54 Ribu Liter Minyak Goreng untuk 13.628 KK

Bagikan berita
Pemko Payakumbuh Salurkan 272 Ton Beras dan 54 Ribu Liter Minyak Goreng untuk 13.628 KK
Pemko Payakumbuh Salurkan 272 Ton Beras dan 54 Ribu Liter Minyak Goreng untuk 13.628 KK
DPC PJS Kota Bukittinggi

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret 2025 di Kota Payakumbuh kami serahkan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan keselamatan serta keberkahan kepada kita semua. Aamiin,” tutup Yasrizal.

Kegiatan launching berlangsung serentak di seluruh kelurahan yang diikuti dengan penyaluran langsung kepada warga penerima manfaat di lokasi masing-masing.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edvidel Arda dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng ini bersumber dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) yang menugaskan Perum BULOG untuk melaksanakan penyaluran hingga ke seluruh penerima.

“Data penerima bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2025 bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI,” ujar Edvidel.

Ia mengungkapkan data yang menggembirakan sekaligus menantang. Jumlah penerima bantuan pangan untuk Kota Payakumbuh tahun 2025 sebanyak 13.628 Kepala Keluarga (KK). Angka ini melonjak drastis karena bertambah 6.529 KK dibandingkan tahun 2024 yang hanya berjumlah 7.099 KK.

“Alhamdulillah, terjadi peningkatan signifikan. Ini menunjukkan cakupan bantuan pemerintah semakin luas,” tambahnya.

Edvidel merinci, total bantuan yang disalurkan mencapai 272.560 kilogram beras dan 54.512 liter minyak goreng. Masing-masing kepala keluarga menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Untuk Kelurahan Tigo Koto Diate sendiri, tercatat sebanyak 466 penerima bantuan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan menjelaskan, tujuan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CPP) adalah sebagai upaya untuk menanggulangi kekurangan pangan yang dapat berdampak pada terjadinya krisis pangan dan gizi, pengendalian inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga. (*)

Editor : Irfan Taufik, S. TP
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi