Ia menjelaskan fasilitas yang dibangun mencakup empat lapangan sepak bola serta sarana pendidikan berbasis pesantren dengan pendanaan dari dana pribadi.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengapresiasi integrasi masjid pondok pesantren dan akademi sepak bola dalam satu kawasan sebagai kekuatan pembentukan karakter.
"Ini sejalan dengan filosofi Minangkabau di mana generasi muda kembali ke masjid," katanya.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut akademi ini sebagai yang pertama di Sumatera dan diharapkan mampu melahirkan talenta sepak bola hingga tingkat nasional.
Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus menilai kehadiran akademi ini memperkuat ekosistem pembinaan olahraga daerah."Dengan sistem terintegrasi kita optimistis akan lahir atlet potensial di level nasional," ujarnya.
Kegiatan peletakan batu pertama juga dirangkaikan dengan pembangunan Masjid Al Aziz dan Gedung Pondok Pesantren Idrisiyyah sebagai fondasi ekosistem pembinaan generasi muda. (*)
Editor : Pariyadi Saputra

