Di beberapa titik bahkan terlihat hamparan pasir yang luas di tengah aliran.
Ironisnya, hingga kini normalisasi sungai yang diharapkan masyarakat belum juga terlihat. Pengerukan sedimen oleh pemerintah belum dilakukan, meskipun kekhawatiran warga terhadap potensi banjir semakin meningkat.
Kondisi itu membuat warga akhirnya mengambil langkah sendiri.
Di sekitar Jembatan Siteba, sejumlah warga kini terlihat melakukan penambangan pasir secara tradisional.
Dengan peralatan sederhana, mereka mengeruk pasir dari dasar sungai lalu mengangkutnya ke tepi.
Bagi sebagian warga, aktivitas ini bukan sekadar mencari penghasilan tambahan, tetapi juga upaya mengurangi sedimen yang menumpuk.
Anto (50), salah seorang warga setempat, mengatakan masyarakat sebenarnya sudah lama menunggu langkah konkret pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai.“Dulu Gubernur Sumbar pernah menjanjikan akan menyiapkan 50 unit alat berat untuk mempercepat normalisasi sungai setelah banjir bandang. Tapi sampai sekarang satu unit pun tidak terlihat,” ujarnya, Kamis (12/3).
Menurutnya, warga tidak ingin menunggu sampai banjir kembali datang.
“Kami tidak ingin daerah ini kembali banjir. Dengan adanya tambang pasir ini, paling tidak sedimen di sungai bisa berkurang sedikit demi sedikit,” katanya.
Editor : AB Kurniati
