2.000 Hektare Sawah untuk Petani Sumbar: APBN 2026 Dukung Biaya Produksi Rendah ala Sawah Pokok Murah

×

2.000 Hektare Sawah untuk Petani Sumbar: APBN 2026 Dukung Biaya Produksi Rendah ala Sawah Pokok Murah

Bagikan berita
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman bersilaturahmi sekaligus buka puasa bersama Penyuluh Pertanian se-Sumatera Barat, di UNP Hotel & Convention, Sabtu sore. (humas)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman bersilaturahmi sekaligus buka puasa bersama Penyuluh Pertanian se-Sumatera Barat, di UNP Hotel & Convention, Sabtu sore. (humas)
DPC PJS Kota Bukittinggi

Membuat harga jual beras kompetitif, satu-satunya cara adalah dengan menekan biaya produksi hingga ke tingkat petani. Dengan metode Sawah Pokok Murah, terang Alex, biaya produksi bisa ditekan hingga batas sangat rendah.

Karena, bertanam padi dengan metode ini, nyaris tidak memerlukan biaya untuk pengolahan tanah. Kemudian, tidak perlu biaya untuk pemupukan, melakukan penyiangan gulma hingga penyemprotan hama.

“Dari demplot uji coba yang telah dilakukan penemunya, Ir Djoni dengan petani di hampir seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat, hasilnya lebih unggul jika dibandingkan dengan metode yang telah dipraktekan petani kita selama ini,” ungkap Alex.

Motor untuk Penyuluh

Dikesempatan itu, Alex mengungkapkan, penyuluh pertanian di Indonesia jumlahnya mencapai angka 38 ribu lebih.

Di tahun 2026 ini, penyuluh pertanian ini akan mendapatkan bantuan kendaraan operasional berupa sepeda motor. Jumlahnya baru tersedia sebanyak 10.000 unit.

“Para penyuluh kita ini adalah pahlawan swasembada beras yang berhasil diwujudkan Kementrian Pertanian di tahun 2025 lalu. Penyuluh ini layak diapresiasi dengan bantuan kendaraan operasional, tapi jumlahnya masih tak sesuai kebutuhan,” terang Alex.

Alex kemudian merefleksikan konsep menyejahterakan petani yang digagas pemerintah dengan konsep satu harga yakni Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) untuk semua kualitas senilai Rp6.500 per Kg.

“Menyejahterakan petani, tak mungkin teralisasi jika penyuluhnya tidak ikut sejahtera,” tegas Alex.

Pentingnya apresiasi bagi penyuluh ini, terang Alex, salah satunyua terkait keberhasilan menjadikan Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi yang telah swasembada beras. Padahal, topografi daerahnya berupa perbukitan sehingga hamparan sawahnya jadi terbatas.

Editor : Mangindo Kayo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini