Jabir akhirnya luluh dengan satu syarat. Ia boleh menungganginya sampai tiba di rumahnya di Madinah.
Rasulullah menyetujui syarat itu dengan senyuman penuh kasih sayang. Tawar-menawar jenaka itu terjadi di atas punggung unta sepanjang perjalanan.
Bonus dari Rasulullah
Sesampainya di Madinah, Jabir segera membawa unta ke masjid untuk diserahkan. Rasulullah memerintahkan Bilal menimbang emas satu uqiyah untuk Jabir.
Bahkan Nabi meminta Bilal melebihkan timbangannya sebagai bonus spesial. Jabir menerima kantong uang itu dengan mata berbinar bahagia.
Ia berbalik hendak pulang dengan berjalan kaki. Namun baru beberapa langkah, Rasulullah memanggilnya kembali.
Kejutan yang Mengharukan
Jabir berdebar, apakah Nabi membatalkan transaksi atau meminta uangnya kembali. Ternyata Rasulullah menyerahkan tali kekang unta itu ke tangannya.
"Ambil uangnya, dan ambil juga untamu ini. Itu hadiah untukmu," sabda beliau penuh kasih. Jabir terpaku, air mata haru menggenang di pelupuk matanya.Seni Memanusiakan Manusia
Ternyata sejak awal Rasulullah tidak berniat membeli unta itu. Beliau tahu kondisi ekonomi Jabir yang sulit pasca perang.
Namun beliau tak ingin memberi sedekah yang melukai harga diri pemuda itu. Maka dibungkuslah bantuan itu dengan akad jual-beli yang terhormat.
Jabir merasa uang itu adalah hasil keringatnya sendiri. Lalu asetnya dikembalikan sebagai hadiah persaudaraan yang indah.
Editor : DA SikumbangSumber : Rujukan ide Daily Sirah

