“Kami memberikan apresiasi karena ini merupakan satu-satunya kompetisi keagamaan yang dilaksanakan oleh pondok pesantren di Ampek Nagari,” ujarnya.
Ia menilai pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan tepat waktu sebagai bentuk penerapan inovasi daerah.
“Ampek Nagari memiliki inovasi Sepatu Ampek Nagari, yakni pelaksanaan kegiatan yang tepat waktu sebagai bentuk efisiensi. Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sesuai jadwal,” katanya.
Zulwardi menambahkan, keberadaan Pondok Pesantren Rumah Putih memiliki peran strategis bagi masyarakat, terlebih sebagai satu-satunya pondok pesantren di Kecamatan Ampek Nagari yang telah menerima santri dari luar daerah.
“Pondok pesantren ini satu-satunya di Ampek Nagari dan kualifikasinya sudah tinggi. Mudah-mudahan terus berkembang,” ucapnya.
Ia berharap kompetisi yang masih sederhana ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun.
“Walaupun masih sederhana, pondok pesantren sudah mampu melaksanakan kompetisi. Semoga ke depan semakin baik dan menjadi agenda tahunan,” tambahnya.Dalam momentum Ramadan, camat juga mengajak masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid sesuai imbauan pemerintah daerah.
“Di bulan Ramadan ini, mari kita bangkik dari surau dan menghidupkan kembali aktivitas keagamaan di tengah masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan Rumah Putih Competition 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi Qur’ani serta memperkuat syiar Islam di Kecamatan Ampek Nagari. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

