Ia terkenal sangat dermawan. Ia berpesan, "Jangan bedakan pasien miskin dan kaya. Obati sesuai kemampuan."
Khalifah Harun Ar-Rasyid memintanya membangun rumah sakit di Baghdad. Ar-Razi punya metode unik.
Ia menggantung daging di beberapa tempat. Setelah seminggu, daging yang masih segar menunjukkan lingkungan sehat. Di situlah ia membangun rumah sakit.
Guru yang Tak Pernah Berhenti Belajar
Ar-Razi tidak pernah berhenti mengajar. Kamarnya sendiri dijadikan kelas untuk mahasiswa.
Ia memberi makan dan minum murid-muridnya agar belajar nyaman. Sepanjang hidupnya, ia menulis 232 buku dan artikel.
Dua kitabnya paling fenomenal adalah Al-Hawi dan Al-Mansyuriah. Al-Hawi berisi pengalaman menangani pasien berdasarkan catatan pribadi.
Dalam satu tahun, ia bisa menulis hingga 20.000 lembar. Matanya rusak karena terlalu sering membaca dan menulis.Di usia senja, ia mengalami kebutaan. Namun ia tetap belajar dengan menyuruh orang membacakan buku untuknya.
Saat ditanya mengapa tidak memeriksakan mata, ia menjawab, "Biarkan ini jadi saksi untuk Allah."
Wafat dan Warisan Abadi
Ar-Razi wafat pada usia 88 tahun tahun 925 Masehi. Ia meninggalkan warisan ilmu pengetahuan yang tak ternilai.
Editor : DA SikumbangSumber : Highlights Youtube kaffaheducation

