PADA Abad Ke-9 Dan 10 Wabah Campak Dan Cacar Melanda Dunia Dan Para Dokter Saat Itu Belum Bisa Membedakan Kedua Penyakit Ini. Seorang Bayi Sakit Dan Didatangkan Kepada Seorang Dokter Tua Yang Hanya Dengan Memegang Tubuh Bayi Itu Berkata Bayi Ini Terkena Campak. Diagnosisnya Sangat Akurat Dan Siapakah Dia Ia Adalah Abu Bakar Muhammad Bin Zakaria Ar-Razi. Orang Barat Mengenalnya Dengan Nama Rhazes Yang Lahir Di Kota Ray Iran Pada 865 Masehi. Ar-Razi Adalah Salah Satu Ilmuwan Paling Berpengaruh Di Abad Pertengahan Dengan Kontribusi Luar Biasa Dalam Dunia Kedokteran.
Dari Musik, Kimia, Lalu Memilih Kedokteran
Ar-Razi kecil ternyata tidak tertarik pada kedokteran. Ia lebih menyukai musik dan mahir memainkan seruling dan gambus.
Baru di usia muda ia tertarik pada ilmu kimia. Ia belajar alkimia dari Abu Hasan Ali bin Sahal Rabban.
Eksperimen kimia yang sering dilakukan mengganggu penglihatannya. Di usia 30 tahun, ia memutuskan belajar kedokteran.
Ia juga belajar filsafat dari seorang filosof bernama Al-Baqi. Pemikiran filsafatnya kontroversial, bahkan dianggap sesat.
Namun ia pernah berdialog dengan gurunya, "Aku bingung memilih ilmu yang akan kudalami." Gurunya menjawab, "Apapun yang kau pilih, kau akan hebat."Ar-Razi akhirnya memilih kedokteran. Ketertarikannya muncul saat melihat musik bisa meredakan sakit pasien.
Dokter di Usia 40 Tahun dan Rumah Sakit Pertama
Ar-Razi belajar kedokteran di Baghdad kepada Abu Hasan Ali. Setelah itu ia pulang ke kota kelahirannya, Ray.
Di sana ia membangun rumah sakit. Gubernur setempat bertanya, "Kenapa baru jadi dokter di usia 40 tahun?"
Ar-Razi menjawab, "Aku ingin mengkolaborasikan semua ilmu agar bisa mengobati fisik sekaligus mental pasien."
Editor : DA SikumbangSumber : Highlights Youtube kaffaheducation

