KABUPATEN AGAM - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam beberapa waktu lalu tak hanya merusak infrastruktur umum, tetapi juga menghantam sektor pendidikan.
Puluhan fasilitas sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, hingga sarana penunjang belajar, sehingga aktivitas belajar-mengajar sempat terganggu dan sebagian siswa terpaksa mengikuti pembelajaran dalam kondisi darurat.
Curah hujan tinggi yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah menjadi penyebab utama kerusakan tersebut. Pemerintah daerah pun bergerak cepat melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan, sekaligus mengusulkan bantuan revitalisasi ke pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Dari total 31 Sekolah Dasar (SD) terdampak, sebanyak 15 sekolah kini telah memasuki tahap penandatanganan kontrak kerja (PKS) sebagai langkah awal pelaksanaan rehabilitasi.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Agam, Fadli S., S.Pd., M.Pd., menyebut percepatan tersebut tak lepas dari arahan dan komitmen Bupati Agam, Benni Warlis, dalam mengawal langsung proses pemulihan sektor pendidikan pascabencana.
“Dari 31 SD terdampak, 15 sekolah sudah PKS. Kemudian 17 sekolah reguler saat ini sedang dalam proses, dan kami langsung jemput bola ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar prosesnya tidak berlarut,” kata Fadli, Selasa (24/2/2026).Selain itu, terdapat 32 sekolah lainnya yang saat ini dalam tahap progres penanganan, baik dari sisi administrasi maupun teknis di lapangan.
Fadli menjelaskan, dana revitalisasi bersumber langsung dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen). Menurutnya, hal ini menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sekolah terdampak di Agam.
“Dana revitalisasi langsung dari kementerian. Ini bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap sekolah-sekolah terdampak bencana di Agam. Kami di dinas terus memacu agar realisasinya tepat waktu,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Disdikbud Agam, Andri, S.T., M.T., menegaskan bahwa pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Agam.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
