Galodo Maninjau Reda, Pemkab Agam Belum Ambil Risiko Pulangkan Warga

×

Galodo Maninjau Reda, Pemkab Agam Belum Ambil Risiko Pulangkan Warga

Bagikan berita
Galodo Maninjau Reda, Pemkab Agam Belum Ambil Risiko Pulangkan Warga
Galodo Maninjau Reda, Pemkab Agam Belum Ambil Risiko Pulangkan Warga

KABUPATEN AGAM -- Hari ini kondisi bencana galodo di kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.

Intensitas galodo susulan dilaporkan menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam belum berani mengambil risiko dengan memulangkan warga ke rumah masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal saat meninjau langsung akses jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi yang sempat terputus akibat banjir bandang dan longsor, Sabtu (3/1/2026) sore.

Jalur tersebut kini sudah bisa dilalui kendaraan secara terbatas sejak sekitar pukul 16.00 WIB.

“Meski mulai tampak membaik, kita akan terus memantau beberapa hari ke depan. Kita lihat dulu apakah benar-benar sudah aman atau belum. Untuk sementara, warga masih tetap kita ungsikan di tempat yang aman,” kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan, hingga saat ini Pemkab Agam masih memprioritaskan aspek keselamatan warga, mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil dan potensi galodo susulan masih ada.

Di sisi lain, upaya penanganan darurat terus dikebut. Pemkab Agam bersama relawan bencana dari pemerintah pusat dan provinsi fokus melakukan normalisasi Sungai Batang Muaro Pisang untuk meminimalkan ancaman lanjutan ke permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.

Namun, keterbatasan alat berat menjadi kendala utama di lapangan. Selain cuaca yang masih tidak menentu, jumlah alat berat dinilai belum sebanding dengan luas wilayah terdampak serta beratnya material galodo.

“Alat berat memang sangat dibutuhkan. Bukan hanya di Tanjung Raya, tapi di seluruh titik terdampak bencana di Kabupaten Agam,” ujarnya.

Saat ini, tercatat empat unit alat berat masih bekerja di lokasi banjir bandang Pasa Maninjau, Nagari Maninjau. Jumlah tersebut dinilai belum ideal karena material yang harus dibersihkan berupa bebatuan besar, kayu, dan lumpur tebal yang menimbun rumah serta fasilitas umum.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini