Agam Langganan Longsor, Joni Putra Desak Pemkab Agam Tambah Excavator di Titik Rawan Longsor

×

Agam Langganan Longsor, Joni Putra Desak Pemkab Agam Tambah Excavator di Titik Rawan Longsor

Bagikan berita
Anggota DPRD Kabupaten Agam dari Fraksi Golkar, Joni Putra, S.Kom., MM., CHRM., Dt. Bintaro Hitam. Dok
Anggota DPRD Kabupaten Agam dari Fraksi Golkar, Joni Putra, S.Kom., MM., CHRM., Dt. Bintaro Hitam. Dok

LUBUK BASUNG - Anggota DPRD Kabupaten Agam dari Fraksi Golkar, Joni Putra, S.Kom., MM., CHRM., Dt. Bintaro Hitam, mendorong pemerintah daerah untuk menyiagakan alat berat, terutama excavator, di wilayah-wilayah rawan longsor menjelang puncak musim hujan.

Menurutnya, hampir setiap tahun Kabupaten Agam berhadapan dengan bencana longsor, terutama di daerah perbukitan seperti Tanjung Raya, Palembayan, Matur, IV Koto, Malalak, serta Palupuh. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan membutuhkan langkah kesiapsiagaan yang lebih cepat dan efektif.

“Agam ini langganan longsor tiap musim hujan. Sudah saatnya kita punya minimal dua alat berat yang standby di titik rawan. Jangan menunggu kejadian baru sibuk mencari alat, karena masyarakat butuh penanganan cepat,” ujar Joni Putra, Selasa (25/11/2025).

Ia menilai lambatnya penanganan di beberapa kejadian sebelumnya bukan karena kurangnya petugas, tetapi karena minimnya alat berat. Alat berat yang tersedia sering berada terlalu jauh dari lokasi kejadian. Menurutnya, jika excavator bisa bergerak dalam hitungan menit, kerugian serta gangguan aktivitas warga bisa ditekan.

“Akses jalan yang tertutup itu mempengaruhi banyak hal, mulai dari distribusi barang, kondisi darurat kesehatan, sampai aktivitas ekonomi. Excavator yang siaga akan sangat membantu mengurangi dampaknya,” tambahnya.

Selain excavator, Joni Putra juga menekankan pentingnya perlengkapan pendukung seperti dump truck untuk pengangkutan material, chainsaw untuk penanganan pohon tumbang, lampu sorot portabel untuk evakuasi malam hari, serta alat komunikasi darurat.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah alat berat milik Pemkab Agam saat ini masih sangat terbatas.

“Setahu saya, alat berat pemerintah Kabupaten Agam hanya dua, yakni satu unit excavator dan satu unit backhoe loader yang berada di Dinas PUTR. Itu jelas jauh dari cukup untuk wilayah Agam yang sangat luas dan penuh daerah perbukitan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat penanganan longsor sering terlambat karena satu alat harus berpindah-pindah ke banyak lokasi yang jaraknya berjauhan.

Ia menegaskan bahwa keberadaan alat berat tersebut bukan lagi sekadar usulan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi pemerintah daerah.

Editor : Irfan Taufik, S. TP
Bagikan

Berita Terkait
Terkini