BUKITTINGGI - Institusi Komando Distrik Militer (Kodim) 0304 Agam dicatut oknum seseorang dan menipu salah satu pengusaha catering di kota Bukittinggi hingga mengalami kerugian Rp42.300.000.“Oknum tersebut mengatasnamakan Kodim 0304 Agam memperdaya pengusaha catering dengan program makan bergizi gratis senilai Rp123 juta," ujar Dandim 0304 Agam, Letkol. Arm Bayu Ardhitya Nugroho kepada wartawan, Sabtu (4/1/2025).
Menurut dia, program makan bergizi gratis seolah-olah dari Kodim 0304 Agam, dibuat Purchase Order Nomor: PO-KDM/XII/2024/21156 dengan penanggungjawab Didik Haryanto.“Dalam surat order senilai Rp123 juta, Bukittinggi, 4 Januari 2025 dan tertera stempel Kodim serta tandatangan dari Dandim adalah palsu,” ujarnya.
Atas tipuan dari para pelaku, kata Bayu, pengusaha catering telah mentransfer uang sebanyak dua kali ke rekening atas nama Diana Armayanti. Transfer pertama Rp21.700.000 dan kedua senilai Rp20.600.000, total kerugian pengusaha catering itu sebesar Rp42.300.000."Ini perlu saya klarifikasi karena penipuan yang sama sudah terjadi di beberapa lokasi, termasuk Kota Padang," sebut Bayu.
Bayu meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya jika ada informasi terkait program makan bergizi gratis.“Masyarakat diminta untuk melakukan konfirmasi dan cross-check terlebih dulu ke Kodim terdekat bila mana kasus serupa kembali terjadi,” pintanya.
Bayu menjelaskan, hari ini, Kodim 0304 Agam baru tahap penyiapan lahan, jadi belum ada distribusi logistik makan bergizi gratis.“Yang ada hanya uji coba internal dan belum melibatkan distribusi makanan bergizi gratis untuk masyarakat umum," terangnya.
Disampaikan Bayu, program makan bergizi gratis akan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dari pemerintah pusat.“Belum ada standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional mengenai kapan dapur umum tersebut akan dibangun. Jadi, jika ada pihak mengaku terkait program ini sebelum ada SOP resmi, bisa dipastikan itu adalah hoax alias penipuan," tegasnya.Saat ini, kata Bayu, pihak Polresta Bukittinggi sedang melakukan investigasi terkait kasus ini.Bayu meminta pengusaha jadi korban atas penipuan dari pelaku, untuk segera membuat laporan pengaduan supaya diproses lebih lanjut.
"Semoga ini menjadi kasus terakhir yang terjadi di wilayah kita," tutupnya. (alx)
Editor : Mangindo Kayo

