Oknum Pekerja Toko Gelapkan Uang Tagihan, Toko Safari Bawang Alami Kerugian Ratusan Juta Rupiah

×

Oknum Pekerja Toko Gelapkan Uang Tagihan, Toko Safari Bawang Alami Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Bagikan berita
Syahrial Novi pemilik toko Safari Bawang
Syahrial Novi pemilik toko Safari Bawang
DPC PJS Kota Bukittinggi

Bengkulu – Toko Safari Bawang salah satu toko grosir yang menjual hasil bumi berupa bawang, kentang dan sayuran lainnya mengalami kerugian ratusan juta rupiah, hal ini terjadi akibat penggelapan uang transaksi yang dilakukan oleh salah satu pekerja toko, Syamsul Bahri alias Ujang.“Terungkapnya kasus ketika saya akan membuat laporan akhir tahun, dimana selama ini ada beberapa pelanggan yang biasanya membayar tepat waktu, tetapi kenapa belum juga melakukan pembayaran,” kata pemilik toko Safari Bawang, Syahrial Novi ketika ditemui Selasa (31/12/2025).

Ia menambahkan mendapati adanya transaksi yang dirasa janggal kami langsung menghubungi pelanggan tersebut dan mereka menyatakan sudah membayarkan uang tagihan sama Ujang sambil memperlihatkan bukti nota pembayaran.Mengetahui adanya kejanggalan, Novi segera mengumpulkan seluruh pekerja toko dan bertanya hingga akhirnya Ujang mengakui perbuatannya yang sudah melakukan penagihan terhadap sejumlah pelanggan toko dengan total uang tagihan sebesar Rp73 juta rupiah.

Setelah Ujang mengakui menggelapkan uang toko sebesar Rp73 juta, pihaknya  kemudian berusaha mencari bukti lain. Akhirnya kami  mengetahui jika uang yang tidak disetorkan untuk sementara diperkirakan sekitar Rp100 juta rupiah.Aksi yang dilakukan Ujang selain memalsukan nota atau mengganti nota tagihan juga mengganti nomor rekening toko menjadi nomor rekening istrinya untuk pembayaran via transfer.

Yang lebih ironis lagi berdasarkan informasi pelanggan, istri Ujang yang notabene bukan karyawan toko Safari Bawang berani melakukan penagihan kepada pelanggan toko.Setelah didesak akhirnya Ujang berjanji akan segera mengembalikan uang tagihan yang dipakainya dan minta waktu namun, Syahrial Novi tidak mau memberikan waktu karena telah banyak dirugikan oleh saudara Ujang apalagi sampai sekarang Ujang bersama keponakannya masih melakukan penagihan terhadap pelanggan sesuai voice note yang dikirimkan pelanggan kepada Syahrial Novi.

“Walaupun sudah saya berhentikan saudara Ujang bersama keponakannya masih melakukan penagihan terhadap pelanggan, hal ini saya ketahui berdasarkan “voice note” percakapannya antara Ujang dengan pelanggan toko yang dikirimkan kepada saya tadi siang,” jelasnya.Dimana Ujang bersama keponakannya minta uang sama pelanggan toko sebesar Rp200 ribu sisa tagihan agar di transferkan ke rekening Dana miliknya atau ke rekening istrinya karena tidak bisa datang dengan alasan lagi sakit dan tidak memiliki kendaraan.

Ketika ditanya mengenai beredarnya video pemukulan oleh Syahrial Novi terhadap Ujang di salah satu cannel youtube Warta Global TV diakui oleh Novi dengan alasan Ujang selalu berbelit ketika di mintai keterangan sehingga menimbulkan emosi dan secara reflek melakukan pemukulan, karna belum sampai setahun kejadian yang sama terulang lagi.“Mengenai kejadian itu memang saya akui dan itu terjadi pada tanggal 25/12 ketika saya bertanya sama Ujang  dan itupun hanya satu kali bukan berulang kali dan saat kejadian banyak saksi,” ujarnya.

Ia menambahkan setelah kejadian saya membelikan obat untuk mengobati memar dipelipis  Ujang dan pada malam hari kami masih sempat makan bersama.Karena tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut, akhirnya Novi  membuat laporkan ke pihak berwajib terkait penggelapan uang tagihan yang dilakukan oleh Ujang. (Rie)

Editor : Mangindo Kayo
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi