Oleh : Teguh Gunung Anggun
BUKITTINGGI - Ninik mamak atau yang lebih dikenal dengan dengan nama penghulu adalah pemimpin adat (fungsional adat), di minangkabau kepemimpinan ninik mamak merupakan kepemimpinan tradisional, sesuai pola yang telah digariskan adat secara berkesinambungan, dengan arti kata "patah tumbuah hilang baganti' kaum masing- masing, dalam suku dan nagari.
Seseorang tidak akan dapat berfungsi sebagai ninik mamak dalam masyarakat adat, seandainya dalam kaum keluarga sendiri tidak mempunyai gelar kebesaran kaum yang diwarisinya. Penghulu terpilih karena tinggi tampak jauh gadang tampak dakek (jolong basuo) tinggi karena di sertakkan (ruas) gadang di lintang pungkam.
Dia tinggi bukan karena diganjal jadi tinggi, dia tinggi karena ruasnya yang menyentak. Maksudnya, pribadinya berkembang terus, dia berilmu, punya wawasan yang luas, mempunyai kelebihan dari yang lainnya, mempunyai kemampuan dan punya kapabilitas, punya wibawa, disegani anak kemenakan, kukuh dengan pendirian, tidak terombang ambing dan solid, dia besar karena (dilintang pungkam), punya urat dan akar tunggang yang dalam, punya teras kayu yang kuat serta utuh.
Padang nyo leba, alamnyo laweh, tinggi dek di anjuang, gadang dek di ambak, pengangkatannya atas persetujuan bersama untuk jadi pemimpin (akseptabilitas). Landasan tempat berpijak seorang penghulu adalah undang-undang, hukum adat. Menjadi tugas seorang penghulu adalah menuruti alur yang lurus, menempuh jalan umum, memelihara harta pusaka serta membimbing anak kemenakan, alur atau hukum yang benar, melakukan kebiasaan, melihara harta pusaka serta membimbing anak kemenakan.
Jabatan ninik mamak adalah sebagai pemegang sako datuk (datuak) secara turun temurun menurut garis keturunan ibu dalam sistem matrilineal. Sebagai, mengawasi, mengurusi dan menjalankan seluk beluk adat. Dia adalah pemimpin dan pelindung kaumnya atau anak kemenakannya menurut sepanjang adat. Keberadaan ninik mamak di tengah masyarakat lebih jauh terlihat dalam pepatah petitih kato pusako:
Bak baringin ditangah koto, ureknyo tampak baselo batangnyo tampek basanda, dahannyo tampek bagantuang, daunnyo tampek bataduah dari kahujanan, tampek balinduang kutiko kapanehan.
Nan didahulukan salangkah, Nan ditinggikan sarantiang. Kapai tampek bantanyo, Kapulang tampek babarito. (Seperti Pohon Beringin di Tengah Kota).
*Pohon Beringin*
Akarnya tempat bersila duduk, batangnya bersandar, dahannya tempat berteduh bila hujan, tempat berteduh bila kepanasan, yang di dahulukan selangkah, yang di tinggi seranting, kalau pergi tempat bertanya, kalau pulang tempat berita(berkabar). Ninik mamak mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibanding jabatan lainnya yang ada dalam masyarakat, merupakan tempat sandaran dan tempat bertanya tentang berbagai permasalahan yang di hadapi warga dalam suatu nagari.
Editor : Mangindo Kayo