PAYAKUMBUH — Pemko Payakumbuh mempercepat penanaman padi serentak seluas 17,45 hektare di lima kecamatan sebagai langkah konkret mengantisipasi potensi dampak El Nino 2026 terhadap ketahanan pangan daerah.
“Menindaklanjuti edaran Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Dampak Fenomena Elnino - Godzilla, hari ini kita mekakukan tanam padi serentak di sawah seluas 17,45 hektare yang tersebar di lima kecamatan di Kota Payakumbuh dengan melibatkan petani di bawah bimbingan penyuluh pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna, Kamis (30/04/2026).
Pemko Payakumbuh, kata Nila, menyelaraskan langkah dengan kebijakan Kementerian Pertanian RI dalam menghadapi El Nino 2026 melalui lima strategi utama, yakni pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, perluasan pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta rehabilitasi jaringan irigasi.
Ia menambahkan, peluang munculnya El Nino pada pertengahan tahun 2026 cukup tinggi, sehingga sektor pertanian perlu melakukan langkah adaptif sejak dini.
"Fokus utama kita memastikan ketersediaan air di lahan sawah tetap terjaga dan produksi padi dapat dipercepat untuk mengantisipasi potensi penurunan hasil akibat kemarau panjang,” ujarnya.
Nila memperkirakan setelah penanaman pada April ini, makan akan dipanen pada Agustus, kebutuhan air akan meningkat pada Mei dan Juni, sehingga perlu oprimalisasi pompa air, perbaikan irigasi, dan mendorong petani mempercepat olah lahan serta penanaman. .Selain itu, ujar Nila, percepatan tanam padi serentak ini juga arahan Wali Kota Zulmaeta dalam memperkuat swasembada pangan daerah, khususnya pada lahan pasca optimalisasi lahan (oplah) dan wilayah terdampak bencana.
“Gerakan ini menjadi bagian dari komitmen kita menjalankan arahan Wali Kota untuk menjaga ketahanan pangan, terutama di lahan pasca oplah dan kawasan yang sebelumnya terdampak bencana,” katanya.
Nila mengatakan gerakan tanam serentak ini, menjadi bagian dari kegiatan tanam padi serentak se-Indonesia, dimana untuk wilayah Sumatera Barat dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Adapun lokasi penanaman padi serentak di Kota Payakumbuh tersebar di sejumlah titik, di antaranya pada lokasi oplah WKPP Kelompok Tani Murni Tanjung Durian, Kelurahan Tiakar, serta Kelurahan Subarang Batuang pada lokasi oplah Jorong Koto Tuah Sakato.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T