PADANG - Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat menyatakan kesiapan menghadapi puncak panen raya yang diperkirakan berlangsung pada akhir April hingga Mei 2026 untuk menjaga stabilitas harga dan stok beras di daerah.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar, R. Darma Wijaya, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak awal tahun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani.
“Persiapan sudah kami lakukan sejak awal tahun, saat ini harga gabah di tingkat petani masih di kisaran Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen,” ungkapnya dikutip Kamis (23/4/2026).
Harga tersebut dinilai masih menguntungkan petani sehingga diharapkan mampu menjaga semangat produksi selama musim panen berlangsung.
Hingga April 2026, realisasi penyerapan gabah Bulog Sumbar telah mencapai sekitar 52 persen dari target atau setara kurang lebih 2.600 ton yang dinilai cukup positif di awal musim panen raya.
Bulog optimistis target penyerapan gabah tahun ini dapat tercapai karena waktu penyerapan masih panjang hingga akhir tahun dan potensi panen di sejumlah daerah terus berlangsung.“Masih ada waktu cukup panjang, kami optimistis target bisa tercapai,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, Bulog memfokuskan penyerapan di sejumlah sentra produksi utama seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman, dan Dharmasraya dengan memastikan kesiapan gudang dan distribusi.
Langkah ini dilakukan agar gabah petani dapat segera terserap tanpa hambatan sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
Selain itu, Bulog juga berupaya menjaga harga tetap stabil agar menguntungkan petani sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.
Editor : Pariyadi Saputra