“Kami melihat Sepablock kini tidak hanya menjadi solusi di Sumbar, tetapi mulai diadopsi secara nasional,” ungkapnya.
Ia menegaskan Sepablock dirancang untuk memenuhi kebutuhan utama pembangunan huntap yakni kecepatan, ketahanan, dan efisiensi dengan standar nasional dari Kementerian PUPR.
Tren penggunaan Sepablock di Sumatera Barat terus meningkat, termasuk pembangunan 10 unit huntap oleh Kadin di Koto Tuo Kecamatan Pauh serta proyek Yayasan Buddha Tzu Chi di Air Dingin Koto Tangah dan Kabupaten Agam.
Bagi masyarakat terdampak, inovasi ini menjadi harapan baru untuk segera kembali memiliki hunian yang layak dan aman.
“Rumah kami hanyut akibat banjir, sekarang kami punya harapan baru,” ujar Agusman (46).Dengan dukungan BNPB, pemerintah daerah, dan berbagai pihak, Sepablock kini bertransformasi menjadi standar baru pembangunan hunian tetap nasional yang cepat, tangguh, dan efisien. (*)
Editor : Pariyadi Saputra

