“Kita harus segera membuka akses bagi masyarakat. Saya minta jalan darurat segera dibangun agar aktivitas warga tidak lumpuh,” katanya.
Bupati juga meminta Dinas PUPR segera menyusun langkah penanganan jangka panjang untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Pasaman pada Selasa (14/4/2026) sore memicu banjir bandang di sejumlah titik termasuk Kampung Rapak dan Jorong Guguak Salareh Aia.
Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, lahan pertanian tertimbun lumpur, serta menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan data BPBD, dua warga dilaporkan hanyut terbawa arus dengan satu korban ditemukan meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian.Hingga kini, proses evakuasi, pencarian korban, serta pendataan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. (*)
Editor : Pariyadi Saputra

