Sebuah hati yang telah mati tidak akan pernah memiliki rasa takut kepada Tuhannya, karena kamu merasa terjebak di ruang hampa, terlalu kotor untuk pantas masuk surga, namun terlalu lemah untuk sanggup menahan siksa.
Namun ketahuilah, validasi rasa bersalahmu, luapkan tangismu, namun jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, jadikan rasa takutmu pada neraka sebagai rem otomatis penahan maksiat, karena ampunan Allah selalu lebih luas dari lautan dosamu.
Kami menilai bahwa ini adalah pelukan hangat bagi kamu yang hari ini merasa lelah dan dihantui rasa bersalah, karena kamu mungkin merasa ibadahmu sangat "receh" dan penuh kekurangan, maka tetaplah berpegang pada ketaatan wajib, dan jangan pernah lelah untuk bertobat. (*)Renungan Islami — Berdasarkan Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali dan Tafsir Surat Fathir Ayat 32. Semoga menjadi penyejuk hati bagi golongan muqtashid. Hl Daily Siroh
Editor : DA Sikumbang

