Jawabannya adalah tidak! selama kalimat tauhid masih tertanam kuat di relung hati dan tidak menyekutukan Allah, mereka akan tetap dijemput oleh para malaikat rahmat yang membawa wewangian dan kain kafan dari surga.
Para ulama, termasuk Imam Al-Ghazali, menjelaskan bahwa golongan muqtashid yang masih membawa sisa-sisa dosa kecil mungkin akan merasakan rasa sakit yang lebih saat nyawanya perlahan ditarik dari tenggorokan.
Napas tersengal dan keringat dingin yang mengucur itu bukanlah sebuah bentuk kehinaan, karena rasa sakit sakaratul maut itu justru diturunkan sebagai kafarah (pencuci dosa) terakhir di muka bumi.
Allah mengaruniakan rasa sakit tersebut agar ketika roh itu terlepas dari raga dan terbang menembus awan untuk menemui Sang Pencipta, statusnya telah bersih tak tersisa.
Ia kembali dalam keadaan suci, tanpa membawa beban dosa sebutir debu pun ke alam akhirat.Alam Barzakh: Ujian yang Menegangkan
Fase menegangkan selanjutnya adalah alam barzakh, saat tubuh telah ditimbun tanah dan langkah kaki pengantar jenazah mulai menjauh, Malaikat Munkar dan Nakir akan datang membawa pertanyaan penentu nasib.
Apakah golongan ibadah pas-pasan ini sanggup menjawabnya di tengah ketakutan yang mencekam? mereka akan sanggup menjawabnya dengan lantang.
Sebab di ruang kubur yang gelap itu, bukan kecerdasan otak yang berbicara, melainkan iman yang telah diteguhkan langsung oleh Allah.
Ketenangan di Alam Barzakh
Setelah lolos dari ujian tersebut, kuburan mereka akan diluaskan, sebuah pintu menuju surga akan dibukakan, dan mereka diperintahkan untuk tidur dengan tenang layaknya seorang pengantin baru yang sedang beristirahat menanti datangnya hari kiamat.
Tabel Ringkasan Tiga Golongan dalam Surat Fathir Ayat 32
| Golongan | Karakteristik | Nasib |
|---|---|---|
| Dzalimun linafsih | Maksiat mengungguli ketaatan | Bergantung pada rahmat Allah |
| Muqtashid | Menjaga wajib, menjauhi dosa besar, sesekali terpeleset dosa kecil | Ashabul yamin, diselamatkan |
| Sabiqun bil khairat | Ibadah sempurna, bersih dari noda | Penghuni surga level tertinggi (Firdaus) |
Kesimpulan
Rasa cemas dan insecure terhadap dosa yang menggerogoti dadamu itu justru sebuah kabar baik, karena itu adalah bukti mutlak bahwa cahaya iman masih menyala di dalam batinmu.
Editor : DA Sikumbang

