Tenang, Allah telah memetakan posisimu dalam Surat Fathir ayat 32. Golongan Muqtashid (pertengahan) tetap diselamatkan. Simak penjelasan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.
PERNAHKAH.kamu duduk terdiam di keheningan malam, lalu hatimu disergap rasa cemas yang luar biasa, di mana kamu menatap dirimu sendiri dan merasa bukanlah seorang hamba yang taat?
Amalmu tidak segunung para wali Allah, ibadah sunnahmu masih sering terlewat, namun di saat yang sama, kamu sangat ketakutan membayangkan panasnya api neraka.
Kabar Baik dari Al-Qur'an
Biar hatimu tenang, Al-Qur'an nyatanya telah memetakan posisimu dengan sangat presisi, karena dalam Surat Fathir ayat 32, Allah membagi umat Nabi Muhammad menjadi tiga golongan.
Pertama, dzalimun linafsih (mereka yang maksiatnya mengungguli ketaatannya), kedua, sabiqun bil khairat (mereka yang ibadahnya sempurna dan bersih dari noda).
Lalu ada golongan yang berada tepat di tengah-tengah, golongan itu bernama muqtashid (pertengahan), dan inilah posisimu.Golongan Muqtashid yang Diselamatkan
Mereka adalah hamba-hamba yang menjaga ibadah wajibnya dan menjauhi dosa besar, namun sesekali mereka masih terpeleset ke dalam dosa-dosa kecil karena hawa nafsu, lalu kembali menangis memohon ampun.
Meski bukan penghuni surga level tertinggi (Firdaus), mereka adalah ashabul yamin (golongan kanan) yang tetap diselamatkan oleh Allah.
Berada di "golongan tengah" adalah sebuah status keselamatan, asalkan kamu terus memegang erat tali ketaatan wajibmu dan tidak lelah untuk bertobat saat terjatuh.
Sakaratul Maut: Bukan Azab, Tapi Kafarah
Lantas, sebuah ketakutan terbesar seringkali muncul, bagaimana nasib golongan pertengahan ini saat detik-detik sakaratul maut tiba, apakah malaikat azab yang akan merenggut paksa nyawa mereka?
Editor : DA Sikumbang

