Manjanik terbesar bernama Al-Urus digunakan untuk menghancurkan tembok kota, membuka jalan bagi pasukan muslim.
Setelah Debal jatuh, pasukan bergerak menaklukkan Nairun, Sehwan, hingga Raor.
Raja Dahir tewas dalam pertempuran di tepi Sungai Indus, membuat pasukannya kehilangan semangat juang.
Muhammad bin Qasim memperlakukan penduduk dengan adil, memberi perlindungan kepada yang tunduk dan membayar jiziah.
Ia memberi kebebasan beragama kepada umat Hindu dan Buddha, serta menunjuk hakim dari kalangan mereka sendiri.
Sikap toleran inilah yang membuat Islam dapat bertahan dan berkembang di wilayah tersebut.Para tawanan muslim berhasil diselamatkan dan dipulangkan, menjadikan ekspedisi ini sebagai jihad penuh keberkahan.
Setelah kemenangan, Muhammad bin Qasim mendirikan masjid, mengangkat qadi, dan menata administrasi dengan melibatkan penduduk lokal.
Nasib Tragis dan Warisan Abadi
Namun nasib tragis menimpanya saat Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik berkuasa dan memandang curiga keluarga Hajjaj.
Muhammad bin Qasim dipanggil kembali dan wafat dalam usia muda, namun jasanya tetap dikenang sepanjang masa.
Editor : DA SikumbangSumber : Highlights Kaffah Official

