Kisah penaklukan Sind oleh Muhammad bin Qasim tahun 711 M yang membuka pintu Islam ke India. Simak strategi militer, kebijakan adil, dan warisan peradaban yang ditinggalkan.
AWAL abad ke-8 Masehi menjadi saksi peristiwa besar yang dikenang dalam sejarah Islam, yaitu pengepungan Sind pada tahun 711.
Peristiwa ini bukan sekadar penaklukan militer, tetapi juga pintu masuk peradaban Islam ke anak benua India.
Penyebab utama ekspedisi ke Sind bermula dari insiden perompakan laut yang menangkap kapal berisi tawanan muslim perempuan dan anak-anak.
Hajjaj bin Yusuf, Gubernur Umayyah di Irak, menuntut Raja Dahir membebaskan mereka, namun ditolak.
Ekspedisi pertama gagal, lalu Hajjaj mengirim pasukan lebih besar di bawah pimpinan pemuda 17 tahun bernama Muhammad bin Qasim.Pemuda ini dikenal cerdas, pemberani, dan memiliki kemampuan militer luar biasa.
Muhammad bin Qasim memimpin sekitar 6.000 prajurit berkuda dengan perlengkapan manjanik (mesin pelontar batu).
Ia menjalin komunikasi dengan penduduk setempat yang tertindas oleh Raja Dahir, sehingga mendapat dukungan moral dan logistik.
Strategi dan Kemenangan Muhammad bin Qasim
Pertempuran besar terjadi di kota Debal, pelabuhan penting Sind.
Editor : DA SikumbangSumber : Highlights Kaffah Official

