TPA Cumateh Penuh, Agam di Ambang Darurat Sampah

×

TPA Cumateh Penuh, Agam di Ambang Darurat Sampah

Bagikan berita
TPA Cumateh Penuh, Agam di Ambang Darurat Sampah
TPA Cumateh Penuh, Agam di Ambang Darurat Sampah
DPC PJS Kota Bukittinggi

KABUPATEN AGAM – Krisis sampah mengintai Kabupaten Agam. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cumateh yang menjadi andalan selama ini kini berada di titik kritis, bahkan nyaris tak lagi mampu menampung beban harian.

Pantauan di lokasi, Selasa (17/3/2026), tumpukan sampah menggunung di kawasan Nagari Persiapan Sungai Jariang, Lubuk Basung. Bau menyengat sudah tercium sejak beberapa kilometer sebelum tiba di TPA.

Kepala UPT Pengolahan Sampah Cumateh, Yusnadi, mengungkapkan sedikitnya 17 truk membuang sampah setiap hari. Rinciannya, lima truk dari wilayah barat Agam, lima dari Dinas Lingkungan Hidup wilayah timur, serta tujuh armada swasta.

“Kalau satu truk rata-rata lima ton, berarti sekitar 85 ton sampah masuk setiap hari,” ujarnya.

Dengan luas hanya sekitar 3 hektare dan usia operasional lebih dari satu dekade, kapasitas TPA Cumateh kini jelas tak sebanding dengan lonjakan volume sampah. Beban kian berat karena lokasi ini juga sempat menampung kiriman dari Kota Bukittinggi.

Dampaknya mulai terasa. Selain mencemari udara, potensi pencemaran air dan ancaman kesehatan bagi warga sekitar kian nyata. Pertanyaan klasik pun kembali muncul: jika TPA penuh, ke mana sampah akan dibuang?

Anggota DPRD Agam Fraksi NasDem, Syahrial, menegaskan kondisi ini bukan kasus tunggal. Menurutnya, Agam sedang berada dalam pusaran krisis sampah nasional.

Ia merujuk pernyataan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyebut mayoritas daerah di Indonesia telah berstatus darurat sampah.

“Ini bukan sekadar label. Status darurat membuka ruang bagi daerah untuk mempercepat penggunaan anggaran, baik dari APBD maupun APBN,” kata Syahrial.

Namun, ia mengingatkan, peluang itu akan sia-sia tanpa langkah cepat di daerah. Kondisi TPA Cumateh, kata dia, sudah menjadi alarm keras.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini