BUKITTINGGI - Bisnis perhotelan di Kota Bukittinggi terus menggeliat. Tak saja hotel konvensional, di Kota Bukittinggi juga marak kehadiran hotel syariah dan home stay
Hal tersebut menjadi sebuah tantangan yang tak mudah untuk dihadapi oleh dunia perhotelan itu sendiri.
"Kami menyadari persaingan di dunia perhotelan belakangan ini kian ketat. Namun demikian, sebagai pelopor di bisnis perhotelan di Kota Bukittinggi, kami telah siap menghadapinya," kata General Manager Hotel Monopoli, Nawawi Halik, M Par, CHA, CHIA di Bukittinggi, Kamis (12/3/2026).
Pria yang telah cukup lama berkecimpung di dunia perhotelan ini menyebutkan, sebagai pelopor bisnis perhotelan di Bukittinggi, pastinya Monopoli akan terus menjadi leader dan terdepan dalam memberikan pelayanan kepada kliennya.
"Berstatus bintang empat dengan 133 room yang dimiliki, pastinya Monopoli Hotel siap menjadi yang terdepan," jelas pria yang berasal dari Ampenan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ini menjelaskan.
Nawawi yang didampingi Direktur of Sales (DoS), Tri Amelia juga menyebutkan, Monopoli Hotel dalam prakteknya tak saja ingin selalu berada di depan, namun juga membawa marwah Ranahminang.
"Untuk itu, pihak manajemen memastikan Hotel Monopoli akan tetap menjadi icon Bukittinggi dengan mengedepankan konsep heritage dan culture," imbuhnya.Tri Amelia menambahkan, dengan konsep tersebut, tentunya pelayanan dan kuliner harus jadi nilai lebih.
"Saat ini kami sedang menyiapkan kuliner lokal yaitu masakan Kapau," jelasnya.
Terkait target hunian atau okupansi Hotel Monopoli pada saat Lebaran 1447 mendatang, baik Nawawi maupun Tri Amelia kompak menyebut 100 persen. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
