Pertemuan DPC PJS dengan Ketua DPRD Syaiful Efendi, Ingatkan Makna Bulan Suci Ramadan

×

Pertemuan DPC PJS dengan Ketua DPRD Syaiful Efendi, Ingatkan Makna Bulan Suci Ramadan

Bagikan berita
Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., MA. Foto istimewa
Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., MA. Foto istimewa
DPC PJS Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI — Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, bulan suci Ramadan menjadi momentum dalam membersihkan hati sekaligus menata kembali niat dalam menjalani kehidupan.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., MA, saat bincang-bincang dengan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PJS Bukittinggi, Alex Armanca, Minggu siang (8/3/2026).

Dalam pertemuan berlangsung penuh ke akraban di kediaman rumah dinasnya di kawasan Belakang Balok itu, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan bahwa, puasa merupakan kesempatan besar bagi setiap muslim untuk berusaha semaksimal mungkin mencapai derajat ketakwaan dengan mematuhi aturan-aturan Allah.

“Selama Ramadan kita dilatih menahan keinginan, bahkan terhadap sesuatu yang sebenarnya dihalalkan oleh Allah, apalagi yang jelas dilarang. Dari situ akan lahir dampak positif bagi jiwa,” ujarnya.

Menurutnya, latihan spiritual tersebut akan melahirkan hati yang bersih dan kuat dalam menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik. Hati yang suci, kata dia, pada akhirnya menjadi perisai bagi manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Hati yang suci akan menjadi perisai bagi perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Ketika jiwa kembali kepada kesucian, maka niat dan keinginan juga akan lurus. Dari situlah lahir perbuatan yang benar sehingga tercipta keadilan dalam setiap tingkah laku,” ungkapnya.

Namun, pesan moral Ramadan menurut Syaiful tidak berhenti pada ranah spiritual semata. Ia menilai nilai-nilai kesucian hati dan kejujuran juga harus tercermin dalam kehidupan sosial, termasuk dalam dunia politik dan pemerintahan.

Sebagai Ketua DPRD Bukittinggi, ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi nyata antara legislatif, pemerintah kota, dan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan yang maksimal hanya bisa tercapai jika semua pihak berjalan bersama dengan semangat saling merangkul.

“Kolaborasi bukan hanya antaranggota dewan, tetapi juga dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Dengan kebersamaan itu, pembangunan bisa berjalan lebih optimal,” jelasnya.

Editor : Irfan Taufik, S. TP
Bagikan

Berita Terkait
Terkini