Strategi Sultan Baibars
Sultan Baibars dikenal sebagai panglima yang cerdas dan berpengalaman. Ia mempelajari kelemahan pasukan Mongol dari pertempuran sebelumnya.
Ia memerintahkan pasukan gabungan Mamluk dan Ayubiyah untuk bergerak ke utara. Posisi strategis di dekat Holmes dipilih sebagai medan pertempuran.
Baibars mengirim utusan ke berbagai kota untuk menggalang dukungan. Ia ingin memastikan bahwa seluruh wilayah Syam bersatu melawan musuh.
Pasukan Islam dipersiapkan dengan matang, baik secara fisik maupun mental. Para prajurit diberikan pemahaman tentang pentingnya jihad.
Mereka tidak hanya berperang untuk tanah air, tapi untuk mempertahankan agama. Semangat ini membuat mereka lebih tangguh di medan laga.
Pertempuran di Holmes
Ketika kedua pasukan bertemu, pertempuran berlangsung sangat sengit sejak pagi. Debu memenuhi udara, panah berterbangan dari kedua belah pihak.
Pasukan Mongol mencoba menerapkan taktik khas mereka. Bergerak cepat dan mengepung musuh dari berbagai arah.Namun pasukan Mamluk sudah hafal dengan taktik tersebut. Mereka bertahan dengan disiplin tinggi dan tidak mudah terprovokasi.
Baibars mengamati pergerakan musuh dari bukit terdekat. Ia memberi komando dengan tepat di saat-saat kritis.
Sore hari, medan perang dipenuhi mayat dan darah. Pasukan Mongol mulai kehilangan semangat setelah melihat pemimpin mereka tewas.
Editor : DA Sikumbang
