PERANG Holmes pertama tahun 1260 menjadi babak penting dalam sejarah Islam. Pertempuran ini terjadi setelah kemenangan besar di Ain Jalut.
Pasukan Mongol yang masih tersisa di wilayah Suriah utara belum sepenuhnya terusir. Mereka masih menguasai beberapa kota penting seperti Aleppo dan Holmes.
Sultan Baibars yang baru menggantikan Sultan Qutuz segera menyusun strategi. Ia menyadari bahwa ancaman Mongol belum benar-benar berakhir.
Para sejarawan muslim mencatat bahwa Perang Holmes menjadi penentu nasib Syam. Jika pasukan Islam kalah, Suriah akan jatuh kembali ke tangan Mongol.
Semangat jihad membara di kalangan pasukan Mamluk dan penduduk lokal. Mereka bersatu menghadapi musuh yang sama.
Kondisi Pasukan Mongol
Pasukan Mongol yang tersisa dipimpin oleh para komandan lokal yang masih setia. Mereka bersekutu dengan sisa-sisa pasukan Armenia dan kelompok Kristen.
Meskipun kekuatannya tidak sebesar saat menyerang Baghdad, mereka tetap berbahaya. Pengalaman dan taktik perang Mongol masih menjadi ancaman serius.Mereka memanfaatkan celah politik setelah wafatnya Sultan Qutuz. Namun mereka salah menghitung kekuatan baru di bawah Sultan Baibars.
Pasukan Mongol berusaha mempertahankan pengaruh di Syam dengan teror. Mereka membakar desa-desa dan merampas hasil panen penduduk.
Tindakan brutal ini justru membangkitkan kemarahan rakyat. Dukungan untuk pasukan Mamluk semakin menguat dari berbagai wilayah.
Editor : DA Sikumbang
