Perang Dagang AS dan Suku Bunga The Fed
Mahkamah Agung AS menyatakan kebijakan perang dagang Trump ilegal. Namun Trump tetap memberlakukan bea impor hingga 15 persen, memicu ketegangan baru dengan mitra dagang.
Testimoni gubernur bank sentral AS mengindikasikan potensi pemangkasan suku bunga hingga dua kali tahun ini. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV tak sesuai ekspektasi.
Suku bunga rendah akan mendorong harga emas. Emas tak memberi imbal hasil, jadi saat suku bunga turun, daya tariknya meningkat.
Kombinasi perang dagang dan potensi pemangkasan suku bunga menciptakan sentimen positif bagi emas.
Permintaan Bank Sentral dan Pasokan Menipis
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menegaskan kenaikan harga emas didorong permintaan safe-haven. Pembelian bank sentral global juga turut mendorong harga.
Bank sentral terus mengalihkan cadangan devisa dari dolar AS ke emas. Tren ini berlangsung beberapa tahun terakhir dan diperkirakan berlanjut.
Sebanyak 80 perusahaan tambang dunia diperkirakan alami penipisan bahan baku pada 2028. Ini menciptakan sentimen positif jangka panjang.Pasokan menipis di tengah permintaan meningkat akan semakin mengerek harga. Investor jangka panjang bisa memanfaatkan momentum.
Dampak ke Pasar Domestik
Mengikuti pergerakan global, harga emas Antam di dalam negeri juga menguat. Pada 28 Februari, harga emas Antam 1 gram di Rp 3.085.000.
Dengan proyeksi tabel, harga berpotensi tembus Rp 3,15 juta awal pekan. Dalam sepekan, targetnya Rp 3,4 juta per gram.
Editor : DA Sikumbang

