Demi pelaksanaan program pro-rakyat tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai angka Rp11,92 triliun.
Menurut Alex, Bapang ini sangat penting karena akan mampu menjaga harga Sembako tetap stabil (kendali inflasi). Kemudian, juga membantu kebutuhan KPM selama Ramadhan dan Idul Fitri serta menjaga daya beli masyarakat secara luas.
Sebagai informasi, program Bapang yang dilaksanakan Bapanas bersama Bulog di tahun 2025 lalu, digelar dari dua tahap.
Tahap pertama dengan alokasi Juni dan Juli berapa bantuan pangan beras 10 kg setiap bulan kepada 18,2 KPM.
Selanjutnya, pada alokasi Oktober dan November, pemerintah menambahkan paket bantuan dengan 2 liter minyak goreng dengan jumlah KPM yang sama setiap bulannya.Badan Pusat Statistik (BPS) juga pernah melaporkan implikasi positif program bantuan pangan beras yang turut berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan Indonesia.
Saat itu disebutkan program bantuan pangan beras berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan, di mana persentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen. Ini menurun 0,33 persen terhadap Maret 2023, dan menurun 0,54 persen poin terhadap September 2022. (*)
Editor : BN-1

