Peresmian Huntara di Agam, Bupati Ungkap Kerugian Bencana Rp7,99 Triliun

×

Peresmian Huntara di Agam, Bupati Ungkap Kerugian Bencana Rp7,99 Triliun

Bagikan berita
Peresmian Huntara di Agam, Bupati Ungkap Kerugian Bencana Rp7,99 Triliun
Peresmian Huntara di Agam, Bupati Ungkap Kerugian Bencana Rp7,99 Triliun

KABUPATEN AGAM – Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah membeberkan besarnya dampak bencana yang melanda wilayahnya. Total kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp7,99 triliun.

Paparan itu disampaikan Benni Warlis di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kepala BNPB, serta sejumlah pejabat nasional saat peresmian dan serah terima 117 unit hunian sementara (huntara) di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Sabtu (24/1/2026).

Dalam sambutannya, Benni Warlis mengapresiasi perhatian dan kerja keras pemerintah pusat dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Agam. Ia menyebut Agam menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerusakan paling parah di Sumatera Barat.

“Dampaknya sangat luas, tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar. Total kerugian kami perkirakan mencapai Rp7,99 triliun,” kata Benni.

Ia merinci, kerugian terbesar berasal dari sektor infrastruktur seperti jalan, sumber daya air, dan sanitasi yang mencapai Rp6,488 triliun. Sektor perumahan tercatat mengalami kerugian sebesar Rp782,249 miliar, sementara sektor ekonomi yang meliputi pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, pariwisata, koperasi, dan UMKM mencapai Rp616,405 miliar.

Selain itu, sektor sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan keagamaan mengalami kerugian sebesar Rp78,609 miliar. Adapun kerugian lintas sektor, termasuk fasilitas pemerintahan dan lingkungan hidup, mencapai Rp24,99 miliar.

Untuk proses pemulihan pascabencana, Pemkab Agam memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp3,533 triliun. Menurut Benni, jumlah tersebut tidak memungkinkan jika hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah dan provinsi.

“Kami sangat berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat. Kehadiran Menko PMK dan para menteri hari ini menjadi penyemangat bagi kami bahwa masyarakat Agam tidak sendirian,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Benni Warlis juga melaporkan perkembangan pembangunan hunian sementara. Saat ini, sebanyak 117 unit huntara telah rampung dan diserahterimakan. Secara total, 358 unit huntara telah dan sedang dibangun di berbagai lokasi di Kabupaten Agam.

Ia menyebutkan, jumlah rumah rusak berat akibat bencana mencapai 2.283 unit, baik rusak fisik, hanyut, maupun berada di zona terancam. Dari jumlah tersebut, 358 kepala keluarga memilih menempati huntara.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini