BENCANA HIDROMETEOROLOGI: Akses Jalan dan Sejumlah Sekolah Rusak Berat, Pembelajaran di Rumah Diperpanjang hingga 3 Desember 2025

×

BENCANA HIDROMETEOROLOGI: Akses Jalan dan Sejumlah Sekolah Rusak Berat, Pembelajaran di Rumah Diperpanjang hingga 3 Desember 2025

Bagikan berita
Surat Edaran Pemerintahan Kabupaten Agam. Dok
Surat Edaran Pemerintahan Kabupaten Agam. Dok
Daftar Korban Galodo dan Bajir Bandang Kabupaten Agam

KABUPATEN AGAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam kembali memperpanjang masa pembelajaran dari rumah bagi siswa TK hingga SMP. Langkah ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 300.2/2981/Disdikbud-2025 yang dikeluarkan pada 30 November 2025.

Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa proses belajar dari rumah harus dilanjutkan menyusul bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Agam. Kondisi ini berdampak langsung pada keterlaksanaan pembelajaran di lapangan.

Beberapa dampak utama yang disebutkan dalam edaran antara lain Akses ke sekolah terputus, menyebabkan guru dan siswa kesulitan mencapai lokasi belajar. Selain itu sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan, khususnya di daerah yang paling terdampak banjir dan longsor.

Akibat situasi tersebut, pembelajaran dialihkan sepenuhnya ke rumah hingga tanggal 3 Desember 2025, baik melalui sistem daring maupun pengiriman materi berupa video.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Agam, Fadli S., S.Pd., M.Pd, membenarkan adanya surat edaran ini yang ditandatangani Pejabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andrinaldi. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil demi keselamatan peserta didik dan kelancaran proses pembelajaran.

“Benar, edaran tersebut sudah kami keluarkan. Kondisi di lapangan masih belum memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Akses ke sekolah banyak yang terputus, dan sebagian bangunan juga mengalami kerusakan,” ujar Fadli saat dihubungi, Minggu (30/11/2025).

Fadli menambahkan bahwa perpanjangan pembelajaran dari rumah bukan hanya untuk mengantisipasi risiko keselamatan, tetapi juga agar proses belajar tetap berjalan meski secara terbatas.

“Kita ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan. Untuk itu guru diminta menyesuaikan materi melalui pembelajaran daring atau pengiriman video,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau seluruh satuan pendidikan dan tenaga pendidik agar mengikuti arahan dalam edaran tersebut hingga kondisi kembali normal.

Kebijakan ini merupakan lanjutan dari surat edaran sebelumnya yang dikeluarkan pada 27 November 2025, yang juga mengalihkan pembelajaran dari sekolah ke rumah akibat dampak bencana. (*)

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Korban Galodo dan Bajir Bandang di Kabupaten Agam Belum Ditemukan
Bagikan

Berita Terkait
Terkini