85 Warga Agam Dilaporkan Meninggal akibat Bencana Hidrometeorologi

×

85 Warga Agam Dilaporkan Meninggal akibat Bencana Hidrometeorologi

Bagikan berita
Bupati Benni Warlis tampak berpartisipasi dalam mengangkat korban bencana alam yang melanda Kabupaten Agam. Dok
Bupati Benni Warlis tampak berpartisipasi dalam mengangkat korban bencana alam yang melanda Kabupaten Agam. Dok
Daftar Korban Galodo dan Bajir Bandang Kabupaten Agam

KABUPATEN AGAM -- Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Agam kembali memperbarui data korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Hingga 29 November 2025 pukul 20.00 WIB, tercatat 85 orang meninggal dunia, termasuk beberapa korban yang masih dalam proses identifikasi. Data ini bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan pencarian di lapangan.

Korban meninggal tersebar di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Malalak, 10 orang telah teridentifikasi, yakni Azmal (50), Jasmawati (60), Herman (65), Yusmaniar (66), Azir (36), Marnis (60), Gina (23), Diman (75), Ernawati, dan Aldo. Dari Kecamatan Matur, satu korban bernama Rajibah (80) ditemukan meninggal dunia.

Sementara itu, Kecamatan Tanjung Raya mencatat beberapa korban, termasuk Safarudin, Enmimar, Hafizah (PR), Sumardi (LK), serta dua orang lain yang belum teridentifikasi. Dari Kecamatan Palupuh, satu korban bernama M. Daud (35) turut ditemukan.

Wilayah Palembayan, khususnya Nagari Koto Alam, menjadi lokasi dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yaitu 22 orang. Sejumlah nama yang berhasil teridentifikasi antara lain Rika, Nawar, Monik, Ranti, Aisyah, Siyur, dan Erik. Satu korban tambahan juga berhasil dikenali melalui pencocokan sidik jari.

Dari wilayah Kampung Tangah, 7 korban ditemukan, dan Kampung Tangah Timur mencatat 9 korban meninggal, termasuk Betrina, Romi, Asmawati, Tek Jun, Bustamam, Ni Mis, Pelangi, dan Piak Aluih.

Di Subarang Aia, 17 korban ditemukan, di antaranya Zahara, Iyen Toko, Sidem, Febi, Malik, Wahyu, dan Nanda. Hingga kini, masih ada 12 korban meninggal yang belum diketahui identitasnya.

Selain korban meninggal, Posko Tanggap Darurat juga mencatat 78 warga yang masih hilang. Kecamatan Malalak melaporkan 5 orang hilang, yaitu Salma (52), Mirzal (58), Qilla (8), Adnan (1), dan Yar (49). Dari Tanjung Raya, empat warga masih dicari, yakni Niko (LK), Rio (LK), Afrizul (LK), dan Mariana (PR).

Sementara itu, kawasan Palembayan mencatat jumlah tertinggi, yakni 69 orang hilang. Di Koto Alam, tiga warga dilaporkan hilang atas nama Mak Dahan, Piano, dan Sides. Kampung Tangah mencatat 12 orang hilang, termasuk Anak Endrizal, Inderawati, Simon, Safrudin, dan beberapa warga lainnya.

Kampung Tangah Timur melaporkan empat warga hilang: yakni Nelfi, Yuniarti, Fajar, dan Rahma. Subarang Aia menjadi lokasi dengan jumlah korban hilang terbanyak, yaitu 50 orang, termasuk Iwel, Rudi, Fadil, Nisa, Ramon, Ilin, Miki, Desi, Ilham, Iyon Kote, Unyil, dan sejumlah anak dari beberapa keluarga.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Korban Galodo dan Bajir Bandang di Kabupaten Agam Belum Ditemukan
Bagikan

Berita Terkait
Terkini